JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kabar Terbaru PT RUM, Gubernur Ganjar Pranowo Bakal Fasilitasi Pertemuan Antara Warga Dengan Perusahaan, Begini Kata Bupati Joko Sutopo

Demo menuntut penutupan PT. RUM di Sukoharjo, beberapa waktu lalu. JSNews/Aris Arianto
Demo menuntut penutupan PT. RUM di Sukoharjo, beberapa waktu lalu. JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Wonogiri serius menanggapi keluhan warga soal bau menyengat dampak limbah PT. Rayon Utama Makmur (RUM). Dalam waktu dekat bakal digelar pertemuan atau mediasi antara perusahaan dengan warga terdampak.

Namun bukan seperti mediasi sebelumnya. Mediasi nantinya bakal difasilitasi langsung Gubernur Ganjar Pranowo.

“Saya sudah bertemu dengan Pak Gubernur, Senin kemarin. Beliau mengatakan Wonogiri menjadi viral terkait permasalahan PT RUM,” ungkap Bupati Joko Sutopo, Selasa (26/11/2019).

Dalam pertemuan itu dipastikan
Gubernur memfasilitasi akan mempertemukan warga dengan PT RUM. Terkait lokasi dan waktu masih belum bisa dipastikan.

“Nantinya kita sampaikan semuanya. Intinya Pemkab serius agar permasalahan ini segera selesai. Kalau saat ini naunya masih cukup menyengat,” beber dia.

Sebelumnya, dalam forum yang digelar di Ruang Kahyangan komplek Setda Wonogiri itu, Bupati Joko Sutopo sempat naik pitam. Gara-garanya, General Manager (GM) PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo Haryo Ngadiyono tidak bisa memberikan jawaban pasti soal solusi maupun langkah riil yang diambil perusahaan.

Baca Juga :  838.732, Ini Jumlah Daftar Pemilih Sementara Atau DPS Pada Pilkada Wonogiri 2020

Awalnya, forum dimulai dan dipimpin Asisten Setda Bambang Haryadi. Saat itu Bupati masih menghadiri kegiatan lainnya.

Saat forum dimulai suasana sudah panas. Warga hanya menginginkan satu kepastian, yakni bau limbah pabrik bisa dihilangkan. Warga tidak menuntut kompensasi apapun. Namun jawaban yang diberikan Haryo dianggap berbelit-belit dan sama sekali tidak bisa memuaskan warga. Perwakilan warga menuding PT RUM tidak serius menangani permasalahan itu.

Saat forum di tengah jalan, Bupati Joko Sutopo hadir sambil membawa durian. Buah beraroma kuat itu dijadikan gambaran penalaran atas penderitaan yang dialami masyarakat Wonogiri, yakni tersiksa dengan bau limbah yang menyengat.

Baca Juga :  Update COVID-19 Wonogiri, Masuk Zona Kuning 193 Pasien Sembuh Belasan Lainnya Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kembali Haryo yang diminta memberikan kepastian, tidak bisa berbuat banyak dengan alasan kewenangannya terbatas. Bupati lantas naik pitam dan sempat menghardik Haryo yang kala itu tengah memainkan ponsel.

Bupati Joko Sutopo langsung meminta Haryo menelepon pimpinannya untuk hadir dalam audiensi itu secepatnya. Bupati juga sempat berbicara melalui ponsel Haryo dan meminta keseriusan PT RUM, dengan bukti kedatangan Pramono sebagai pimpinan Haryo hari itu juga di Wonogiri.

“Berarti anda itu tidak serius menangani permasalahan ini,” tegas Bupati.

Sementara Haryo memaparkan terkait regulasi ambang batas emisi. Dengan data yang disajikan, dia meyakini jika baku mutu emisi masih di bawah ambang batas. Selain itu, ia menjelaskan apa saja yang saat ini dilakukan seperti adanya proses perbaikan pipa dan pembuatan tambahan bak penampungan gas. Aria