JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kesaksian Warga Saat Detik-detik Kecelakaan Maut di Jembatan Mahbang Sragen. Mobil Avanza Sempat Terlihat Tak Wajar Sebelum Hantam Tronton! 

Tim Polres dan PMI Sragen saat mengevakuasi jasad korban kecelakaan maut Avanza gasak tronton di Jembatan Mahbang, Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, Jumat (1/11/2019) malam. Foto/Wardoyo
Tim Polres dan PMI Sragen saat mengevakuasi jasad korban kecelakaan maut Avanza gasak tronton di Jembatan Mahbang, Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, Jumat (1/11/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan maut antara mobil Avanza dengan tronton yang terjadi di jalan raya Sragen-Ngawi tepatnya di jembatan Mahbang, Desa Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, Jumat (1/11/2019) malam menyisakan cerita lain.

Ternyata sejumlah saksi mata menyebut sebelum kecelakaan terjadi, pengemudi mobil Avanza sempat terekam memacu kecepatan tak wajar.

“Dari timur, mobil Avanza sudah ngebut kecepatan penuh. Setelah Jembatan tiba-tiba oleng dan nrabas jalur lawan. Lalu menabrak tronton dari arah barat,” ujar Nanda, salah satu warga setempat.

Senada, Yanto, warga lain menuturkan saat kejadian, ia sempat melihat sepintas mobil Avanza melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah itu kemudian ia sudah melihat mobil menabrak tronton di sebelah utara.

Saking kerasnya benturan, sampai mengeluatkan suara seperti sebuah ledakan.

“Keras sekali. Suaranya duarrrr. Warga langsung keluar dan menuju ke jalan. Karena situasinya masih agar sore. Habis magrib dan jalanan juga masih agak ramai,” tuturnya.

Kecelakaan maut itu merenggut nyawa pengemudi Avanza AD 9153 VR, Tedi Firmansyah (23) warga Dukuh Gebang Lor RT 3, Gebang, Masaran, Sragen. Pemuda itu tewas mengenaskan dalam kondisi terjepit bodi mobilnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Kesenggol Grandmax, Pengendara Motor Scoopy Asal Karangmalang Luka Parah dan Patah Bahu

Dari hasil visum petugas, korban mengalami luka pada dahi kanan robek, mata kanan robek, pendarahan hidung dan telinga kiri, leher patah, punggung kaki kiri robek.

Proses evakuasi jasad korban cukup memakan waktu. Warga tak berani mengevakuasi lantaran posisi jenasah korban yang terjepit di bodi mobil bagian depan.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengatakan tak lama setelah menerima laporan, Tim PMI langsung meluncur dengan menggunakan ambulans PMI.

Sesampai di lokasi kejadian, tim mendapati korban sopir Avanza dalam kondisi terjepit.

Kemudian tim  melakukan penanganan evakuasi pada korban dan jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara, Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi memastikan satu korban yakni pengemudi Avanza tewas di lokasi kejadian.

Jasad korban kemudian dievakuasi oleh aparat dan petugas PMI Sragen ke RSUD Sragen.

Sementara truk fuso dikemudikan oleh Simin (54) warga Dusun Jukung RT 2/1, Bulu, Rembang. Di dalam truk juga ada kernet, Agus Supriyadi (41) warga Madiun, Jatim.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi saat kondisi jalan licin pasca hujan. Menurut keterangan warga, kecelakaan bermula ketika mobil Avanza melaju dari arah timur atau Sambungmacan menuju Sragen.

Sedangkan tronton dari arah berlawanan atau Sragen menuju Jatim.

Sesampai di lokasi kejadian yang menikung, Avanza diduga melaju kencang lalu selip oleh kondisi jalan yang licin.

Mobil langsung meluncur ke kanan dan menghantam tronton dari lawan arah. Tabrakan hebat pun tak terhindarkan. Mobil Avanza sampai ringsek sebelum kemudian terpental. Sopir Avanza ditemukan meninggal.

“Tadi kejadian sangat cepat. Sopirnya terjepit bodi dan meninggal,” ujar Nanda, salah satu warga dekat lokasi kejadian yang sempat membantu evakuasi.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan kecelakaan maut tersebut. Ia memastikan sopir mobil Avanza meninggal dunia. Sedangkan pengemudi dan kernet tronton dalam kondisi sehat. Wardoyo