loading...
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat mencoba MRT di Jakarta / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Melihat rekam jejaknya yang bersih dan kebijakannya yang terukur, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo menaruh harapan pada calon Komisaris Utama PT Pertamina Persero, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bambang pun memuji rekam jejak Ahok di dunia usaha yang dinilainya cukup bisa diandalkan.

“Bagus nama itu (Ahok), memiliki track record sendiri,” ujar Bambang saat ditemui wartawan di kantor Direktorat Jenderal Pajak atau DJP, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Politikus Partai Golkar itu memandang Ahok tak hanya memiliki rekam jejak yang terukur. Namun sekaligus dapat menjalankan tugas dengan baik seperti kala ia menjabat sebagai birokrat.

Baca Juga :  Indonesia Urutan ke-34 Sebaran Covid-19, Amerika Serikat Masih Tertinggi

Ahok sebelumnya telah resmi ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Erick mengumumkan informasi itu Jumat (22/11/ 2019) di Istana Negara setelah berjumpa dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Rencana pelantikan Ahok lantas disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Ahok bakal dikukuhkan sebagai Komisaris Utama Pertamina dalam rapat umum pemegang saham atau RUPS menggantikan Tanri Abeng, Senin (25/11/2019). Ia rencananya dilantik bersama Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang akan menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Corona, Jumlah Pemilih Dalam Pilkada 2020 Dibatasi Maksimal 500 Orang Per TPS

Adapun Ahok sendiri justru belum mau berkomentar. “Kan sekarang belum masuk (Pertamina). Kalau sudah kerja, baru komentar,” ucapnya saat dihubungi Tempo lewat pesan pendek.

Pemilihan Ahok sempat menuai pertanyaan lantaran statusnya sebagai kader PDIP. Ihwal statusnya yang masih di partai, Ahok juga belum memberikan penjelasannya.

Penunjukan Ahok sebagai bos perusahaan minyak negara bukan atas inisiatif Erick. Dua sumber Tempo di internal BUMN menyatakan Presiden Jokowi langsung yang meminta Ahok ditempatkan di perusahaan pelat merah migas itu.

www.tempo.co