JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mendikbud Tegaskan, Rencana Penghapusan UN Masih Dalam Kajian

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendongeng dalam acara Hari Mendongeng Nasional ini merupakan rangkaian acara Pekan Perpustakaan Kemendikbud tahun 2019 Selasa (26/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) masih sebatas wacana. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sendiri mengatakan inti dari evaluasi UN adalah mencari esensinya.

“Ini soal prinsipnya. Ini bukan soal wacana hapus menghapus. Ini rencana memperbaiki esensi dari UN itu apa,” kata Nadiem di kantornya, Sabtu (30/11/2019).

Nadiem mengatakan, wacana ini bermula dari banyaknya aspirasi masyarakat, guru, murid dan orang tua. Aspirasi itu tak spesifik menyebut penghapusan UN, melainkan dampak negatif dari penyelenggaraan UN.

“Banyak aspirasi masyarakat, guru, murid, orang tua yang bahkan bukan mau menghapus, tapi menghindari hal-hal negatif. Dari sisi stres, menghukum siswa yang bidang itu kurang kuat,” katanya.

Baca Juga :  Persebaran Corona Meluas, Kembali 3 Gedung Pemprov DKI Jakarta Ditutup

Mantan Bos Go-Jek itu menegaskan, wacana penghapusan UN masih terus dikaji. Dia memastikan keputusan itu akan diterapkan tahun 2021.

“Masih kami kaji. Sudah pasti 2020 kan akan jalan UN nya. Ini keputusan untuk setahun berikutnya,” ujarnya.

Meski begitu, Dewan Pakar Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Najeela Shihab menyebut Kemdikbud akan segera mengumumkan hasil evaluasi Ujian Nasional.

Hasil evaluasi itu terkait alternatif penilaian proses belajar siswa jika UN resmi dihapuskan.

“Akan diumumkan 1-2 minggu ke depan,” kata Najeela kepada Tempo di kantor Kemdikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga :  Ketua KPU dan Sejumlah Komisioner Positif Covid-19, Pilkada 2020 Tetap Jalan Sesuai Jadwal

Pada intinya, Najeela mengatakan, evaluasi yang juga dilakukan bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) terhadap Ujian Nasional itu bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas penilaian. Dia menyebut pihaknya akan terus mendukung dan kerja bersama Kementerian.

Ketika ditanya bentuk dari pengganti Ujian Nasional itu, Najeela masih enggan membeberkannya.

“Kita lihat saja 1-2 minggu ke depan,” katanya.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud, Doni Koesoema, mengatakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian tengah mengkaji model tes assessment kompetensi murid sebagai bentuk evaluasi proses belajar.

“Bentuknya tetap tes. Tapi tidak lagi berbasis mata pelajaran,” kata dia.

www.tempo.co