loading...
Loading...
Ilustrasi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Wacana sertifikat layak nikah yang digaungkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi mendapat respon positif dari Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Anwar Abbas.

Anwar mengatakan, organisasinya setuju dengan wacana tersebut.

“Gagasan yang bagus dan menarik, karena dengan itu diharapkan pasangan yang akan menikah benar-benar sudah tahu akan hak dan kewajibannya dalam rumah tangga,” ujar Anwar saat dihubungi Tempo Minggu (17/11/2019).

Untuk itu, Anwar mengharapakan rencana ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tidak terlalu membebani dan memberatkan kedua calon pengantin, baik dari sisi waktu, materi dan finansial.

Baca Juga :  Berseragam Dinas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Hadiri Reuni 212 Hadiri

“Jangan sampai program ini penyelenggaraannya tidak baik, sehingga membuat calon pengantin menjadi terhalang untuk menikah,” ujar Anwar.

Menko Muhadjir sebelumnya menyatakan akan mewajibkan sertifikasi layak kawin ini bagi pasangan yang akan membina rumah tangga. Menurut dia, calon mempelai wajib mengikuti pelatihan menyangkut ekonomi keluarga hingga kesehatan reproduksi. Dia berencana memberlakukan program ini mulai tahun depan.

“Ya sebelum lulus mengikuti pembekalan enggak boleh nikah,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Sejumlah politikus mempertanyakan urgensi sertifikat layak kawin ini. Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Diah Pitaloka, misalnya, menilai rencana tersebut sulit dipraktikkan.

Baca Juga :  Sadis, Istri Sedang Mencuci Tewas Dibacok Suami Berkali-kali. Anaknya 6 Tahun Menangis Meronta-ronta

“Ini praktiknya gimana? Jangan sampai orang gagal nikah gara-gara enggak ada sertifikat,” kata politikus PDIP ini kepada Tempo, Jumat (15/11/2019).

www.tempo.co

Loading...