JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Sehari Siswa SMPN 8 Solo Belajar di Luar Kelas, Mulai Senam hingga Memanen Lele

Para siswa SMPN 8 Surakarta tengah memanen lele / Dok SMPN 8 Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para siswa di SMP Negeri 8 Surakarta mengikuti simulasi evakuasi bencana alam di halaman sekolah, Kamis (7/11/201).

Uniknya, simulasi tersebut dilakukan dengan gerak dan lagu oleh model dan siswa, diiringi lagu evakuasi gempa.

Waka Humas SMP Negeri 8 Surakarta Sri Suprapti dalam rilisnya ke Joglosemarnews menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas belajar di luar kelas.

Ada beberapa kegiatan lain yang digelar. Misalnya, senam Germas dipandu oleh OSIS. Senam ini diikuti oleh seluruh siswa, diiringi dengan lagu Salah Apa Aku.

Ada pula permainan tradisional yang dipraktikkan oleh para siswa. Antara lain bekelan, dakon, engklek, udhing, holahop, lompat tali, engklek, tiga, jelungan, ancik-ancik alis, gayuk lari, betengan, njuk tali njuk emping, kuncen maupun nekeran.

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

“Rangkaian acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ibadah pagi,” ujar Sri Suprapti.

Sebagai puncak acara, dilakukan deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Triad Suparman  dan diikuti oleh semua guru dan karyawan sekolah.

“Kepala Sekolah juga berkenan melantik tim Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 8 ini,” ujarnya.

Kegiatan hari itu terlihat semarak, karena menu makan siang diambilkan dan diolah dari lingkungan sekolah. Misalnya, memanfaatkan tanaman gori di sekolah itu untuk memasak sayur lodeh.

Baca Juga :  Rektor Unisri: Penelitian dan Pengabdian Harus Menjadi Budaya Bagi Dosen

“Kemudian untuk lauknya, anak-anak memanen lele yang dipelihara dikolam,” ujarnya.

Kepala Sekolah, Triad Suparman MPd sangat mendukung sekolah ramah anak tersebut. Pasalnya, hal itu bisa memberikan suasana baru bagi guru dan siswa serta semua warga sekolah.

“Kegiatan ini juga bisa menambah inspirasi dan mtivasi bagi siswa,” paparnya.

Triad mengatakan, dengan kegiatan itu, para siswa mendapatkan pengalaman baru, salah satunya adalah permainan tradisional.

Selain itu, hubungan antara guru dan siswa juga semakin erat. Suasana seperti ini akan berpengaruh positif dalam proses pembelajaran di kelas.

“Minimal, ini bisa menghilangkan kejenuhan belajar yang bersifat monoton di dalam kelas,” ujarnya.  Suhamdani