JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Sri Sultan HB X Kehendaki Adanya Rest Area di Tol yang Dibangun di Yogyakarta, Ini Alasannya

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto

JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak mau jika pembanguan tol justru mematikan pertumbuhan ekonomi. Sri Sultan HB X tetap menghendaki adanya rest area di jalan tol yang akan dibangun di DIY.

Gubernur menilai dengan dibangunnya rest area dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta.

“Tol itu tidak akan semudah yang dibayangkan untuk dibangun di Jogja. Kami tidak mau tol itu justru membunuh pertumbuhan ekonomi,” ujarnya saat menghadiri peresmian jembatan penyebarang di Plaza Ambarrukmo, Selasa (19/11/2019).

Ia menekankan bahwa tol harus dapat memberikan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Maka pihaknya pun telah mencermati di mana kendaraan bisa keluar masuk, dan di mana tol itu boleh dibangun.

Dan jika rest area hanya diperuntukan untuk perusahaan besar saja, maka secara tegas ia tidak setuju adanya pembangunan tol.

Di luar pemahaman tol, ia menyebut bahwa akan lebih baik ada jalan untuk keluar masuk ke tol, jalan itu yang menuju rest area.

Baca Juga :  Kategori Kota Layak Anak Urung Naik Kelas Karena Pandemi, Pemkot Yogya Gigit Jari

Dan itupun akan diinvestasikan untuk pemerintah daerah agar dapat digunakan untuk pelaku UMKM.

“Kalau tidak mau, ya sudah tidak usah bangun tol di Jogja,” tegasnya.

Gubernur tidak ingin tol yang akan dibangun di Yogyakarta akan seperti di tempat lain.

Maksudnya, begitu ada tol maka perekonomian daerah akan mati.

Ia ingin tol dapat memberikan pertumbuhan ekonomi bagi daerah dan bukan mematikan produk-produk dari daerah.

“Dan kesepakatan itu bisa tercapai, ya silakan jalan. Tapi jalurnya kami yang menentukan bukan investor,” paparnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Wijayanto menjelaskan bahwa desain telah dibuat dan rest area akan berada di wilayah Klaten.

Ia menjelaskan, rest area itu idealnya berada di setiap 35 km sementara tol Yoyakarta-Solo hanya sepanjang 22 km.

Maka dari itu penempatan rest area berada di wilayah Klaten.

“Ada anggapan yang keliru, rest area itu diperuntukan sebagai tempat istirahat sementara, kadang masyarakat kita karena masih euforia menganggap rest area itu adalah tempat istirahat yang paling nyaman, sehingga ada wacana dibikin hotel, supermarket, padahal itu tidak boleh,” jelasnya.

Baca Juga :  Aniaya dengan Pedang 1 Meter, NN Diringkus Polisi

Dan karena itu adalah tempat istirahat sementara, pengunjung pun akan dibatasi.

Misalnya saat mudik lebaran, ketika rest area itu penuh, maka para pengunjung yang sudah istirahat akan diminta untuk melanjutkan perjalanan, agar memberi kesempatan yang lain dan antrean kendaraan tidak panjang.

“Konsepnya Jogja sudah bagus, karena gubernur menghendaki supaya orang yang masuk jalan tol tidak langsung hilang, tapi keluar dan belanja di Jogja, wisata di jogja. Nah yang dipercantik di luarnya. kalau dipercantik di dalamnya ya orang tidak mau keluar dari tol,” paparnya.

www.tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Gubernur DIY Tetap Hendaki Adanya Rest Area di Tol yang Dibangun di Yogyakarta, Artikel Asli