JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terbiasa Lawan Mafia, Ahok Dinilai Pas Jadi Bos PLN atau Pertamina

Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jabatan sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau PT Pertamina dinilai cocok dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal itu diungkapkan oleh peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman. Dia mengatakan, hingga saat ini posisi Dirut PLN masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sripeni Inten Cahyani, setelah Sofyan Basir tersangkut kasus PLTU Riau-I.

Dalam pengadilan tingkat pertama, Sofyan Basir dinyatakan tak bersalah. KPK akan mengajukan kasasi atas vonis tersebut.

Baca Juga :  Jokowi Ajak Kader Gerindra Hadapi Covid-19 dengan Tangan Sendiri

Sementara, jabatan teratas PT Pertamina (Persero) juga dikabarkan bakal mengalami perombakan.

Dua perusahaan itu dinilai memiliki tantangan besar, baik dari sisi finansial maupun tata kelola korporasi. Dua korporasi ini juga ditengarai menjadi sarang mafia mulai dari mafia migas sampai mafia proyek.

“Di DKI Jakarta, Ahok sudah biasa berhadapan dengan mafia mulai dari korporasi, birokrat nakal dan politisi yang memanipulasi APBD,” ujar Ferdy lewat keterangan tertulis, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga :  Mahasiswa Laporkan Nadiem Soal Uang Kuliah, Kemendikbud: Bisa Dicicil hingga Ditunda

Menurut Ferdy, Ahok dibutuhkan di PLN untuk memperbaiki kinerja keuangan PLN yang memiliki rasio utang cukup tinggi serta memperbaiki citra perusahaan pelat merah itu.

Selain PLN, ujar Ferdy, Ahok juga dinilai cocok duduk menjadi bos Pertamina dan diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak nasional dengan cara mencari lapangan-lapangan migas baru dan melakukan ekspansi pembelian blok-blok migas ke luar negeri.

www.tempo.co