JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Antar Sepasang Tamu ke Hotel Graha Sragen, Tukang Becak Mendadak Langsung Kejang dan Tewas 

Jenasah korban saat berada di rumah sakit. Foto/Wardoyo
Jenasah korban saat berada di rumah sakit. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib malang dialami Subur Rumiyanto alias Slamet alias Pendek, (59) warga Lumajang, Jatim. Pria yang berprofesi sebagai tukang becak itu harus meregang nyawa sesaat usai mengantar sepasang pria dan wanita menginap di Hotel Graha Sragen, Senin (4/11/2019) malam.

Tukang becak paruh baya itu mendadak mengejang sesaat usai tiba di halaman hotel.

Data yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika korban yang tengah mangkal di depan Toko 55 Sragen mendapat order oleh sepasang pria dan wanita, Mahdi Al Makiani dan Eis Riyani warga Jakarta Timur.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

Keduanya meminta untuk diantar mereka ke Hotel Graha Sragen.

“Saat itu, korban tengah mangkal di depan toko 55, depan pasar shoping Sragen. Pukul 21.15 WIB, kemudian datang keduanya dan meminta korban mengantar mereka ke Hotel. Sesampai di halaman Hotel, korban mengeluh pusing, dan ia pun kemudian langsung jongkok dan terlentang di lantai halaman hotel,“ papar Kapolsek Sragen, Iptu Mashadi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Selasa (5/11/2019).

Melihat kondisi korban yang kurang baik, kedua saksi kemudian memberitahukan kondisi korban kepada petugas security hotel. Mereka kemudian mengantar korban ke Rumah Sakit Amal Sehat Sragen.

Baca Juga :  Geger Karyawan PG Mojo Sragen Ditemukan Tewas di Ranjang Rumah Kontrakannya. Sempat Ikut Ronda Malam, Jasadnya Dievakuasi Petugas Berpakaian APD Lengkap

Belum sampai mendapat penanganan, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal sebelum sampai ke rumah sakit.

Kapolsek menambahkan dari hasil.pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan.

Pihak keluarga menyatakan keberatan jasad korban di lakukan otopsi. Kapolsek menandaskan pihak keluarga korban sudah menerima meninggalnya korban akibat sakit.

“Saat ini jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandas Iptu Mashadi. Wardoyo