JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

9 Pasangan Pengantin Baru di Ngrampal Sragen Lolos Dari Insiden Pencurian Buku Nikah. Polisi Temukan Jejak Kaki Pelaku! 

469
Kapolsek Ngrampal, AKP Agus Irianto saat memimpin olah TKP pencurian buku nikah di KUA Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo
loading...
Loading...
Kapolsek Ngrampal, AKP Agus Irianto saat memimpin olah TKP pencurian buku nikah di KUA Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pihak kementerian agama (Kemenag) Sragen mengungkap fakta baru terkait pencurian puluhan buku nikah di Kantor KUA Ngrampal, Minggu (1/12/2019).

Dari 79 buku nikah yang digondol pencuri, ada 14 pasang atau 28 buku nikah milik pengantin baru yang melangsungkan ijab pada bulan November 2019 ini.

Tidak hanya itu, ada sembilan pasangan pengantin baru yang lolos dari insiden pencurian.

Hal itu disampaikan Kepala KUA Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sutrisno, Senin (2/12/2019). Ia mengatakan dari 79 buku nikah yang dibobol pencuri dinihari kemarin, sebagian ada yang memang sudah terisi data.

Buku yang sudah diisi itu milik pengantin baru yang melangsungkan pernikahan di bulan november.

Menurutnya dari data di KUA, sebenarnya total ada 23 pasangan pengantin yang melangsungkan nikah di bulan November.

Akan tetapi yang buku nikahnya sudah dicetak, baru 14 pasangan. Buku nikah yang sudah dicetak milik 14 pasangan itu ikut raih digondol pencuri dinihari kemarin. Sedangkan 9 pasangan pengantin lainnya tidak ikut tercuri.

Baca Juga :  Selain KUA Ngrampal, 150 Buku Nikah KUA Masaran Sragen Juga Pernah Dikuras Pencuri. Ini Beberapa Fakta Kesamaannya!  

“Sebenarnya pengeluaran kita bulan November kemarin yang menikah ada 23 pasangan. Tapi yang buku nikahnya sudah diisi dan dicetak ada 14 pasangan dan semuanya ikut dicuri. Totalnya ada 28 buku milik 14 pengantin itu karena satu pasangan terdiri dari dua bendel, satu buku nikah untuk suami dan satunya buku nikah untuk istri. Kemarin yang 28 buku milik 14 pengantin itu sudah dicetak, tapi belum dibagikan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM.

Sutrisno menguraikan selain 28 buku milik pengantin baru itu, sisanya yang dibawa pelaku adalah buku nikah kosong.

Dari data kepolisian, buku nikah kosong yang dicuri terdiri dari 25 pasang buku nikah asli dan 40 pasang buku nikah duplikat.

Sutrisno menguraikan selama ini, memang tidak ada petugas yang menjaga kantor pada malam hari. Atas kejadian itu, pihaknya merencanakan nantinya akan ada petugas yang berjaga pada malam hari.

“Selama ini memang nggak ada, nanti ke depan akan kita tempatkan petugas,” terangnya.

Baca Juga :  Blak-blakan, Ketua Penghulu Sragen Ungkap Satu Buku Nikah Bisa Laku Rp 20 Juta. Sebut Biasanya Untuk Pehobi Nikah Siri dan Kumpul Kebo 

Ia memastikan kendati semua buku nikah digondol pencuri, layanan pernikahan tetap berjalan. Pun dengan buku nikah yang sudah dicetak dan ikut dicuri, secepatnya akan segera diganti dan dicetak kembali.

“Bukunya ini juga sudah disiapkan. Segera nanti akan kita cetak,” tandasnya. Sementara, Kapolsek Ngrampal, AKP Agus Irianto mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan pelaku diperkirakan berjumlah satu orang.

Hal itu terlihat dari jejak kaki yang tertinggal di kursi yang diduga digunakan untuk memanjat serta ditemukan di dekat pintu kantor KUA Ngrampal.

“Kalau dari jejaknya, kemungkinan pelakunya tunggal. Beraksi sendirian,” paparnya. Wardoyo

 

Loading...