JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, 200 Kilometer Jalan di Sragen Masih Rusak dan Membahayakan. DPU PR Sebut Kerusakan Merata di 20 Kecamatan

Ilustrasi jalan rusak. Foto/Wardoyo
Ilustrasi jalan rusak. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Kabupaten Sragen mengakui masih ada sebagian jalan yang dalam kondisi rusak. Bahkan, sampai akhir 2019 ini DPU PR mencatat masih 200 kilometer jalan yang kondisinya rusak dan membahayakan.

Upaya perbaikan juga dipastikan tak bisa optimal mengingat anggaran di 2020 tidak cukup memadai untuk menuntaskan pembangunan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Marija kepada wartawan kemarin. Ia mengakui kondisi jalan di Sragen belum sepenuhnya halus dan baik.

Menururnya, masih ada 20 persen atau sekitar 200 kilometer jalan yang masih rusak dan perlu perbaikan.

”Sragen masih 200 kilometer atau sekitar 20 persen,” ujarnya.

Kondisi jalan yang rusak pun disebutnya merata di 20 kecamatan di Sragen. Baik jalan yang di hotmix maupun jalan yang di cor. Pihaknya menjelaskan persediaan anggaran pada 2020 sekitar Rp 60 miliar untuk perbaikan jalan.

Baca Juga :  Gara-gara Virus Bernama Corona, TMMD Sengkuyung di Desa Terpinggir Sragen Terpaksa Digelar Tanpa Upacara. Tapi Dandim Pastikan Proyek Jalan Cor Blok Sepanjang 947 Meter Tetap Dilaksanakan 30 Hari!

Anggaran tersebut dari berbagai sumber, baik dari APBD Kabupaten Sragen, Dana Provinsi Jateng maupun dana dari pusat.

”Anggarannya campuran, kita siapkan yang prioritas, karena kita masih bayar hutang,” jelasnya.

Marija menyampaikan untuk kondisi jalan yang rusak sebagian besar berada di kawasan Sragen utara Bengawan. Maka dia menegaskan wilayah utara bengawan menjadi salah satu prioritas.

Selain perbaikan jalan, DPUPR pada 2020 juga banyak bekerja untuk perbaikan jembatan. Setidaknya ada 4 jembatan yang akan dikerjakan tahun depan.

Baca Juga :  Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Seperti jembatan Plampang, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Lanjutan jembatan Butuh melintasi bengawan Solo tahap II di Masaran, Pembuatan jembatan baru di Desa Gilirejo Baru Kecamatan Miri yang rusak karena bencana alam, serta Jembatan Pucuk, di perbatasan Kecamatan Kedawung dengan Kecamatan Masaran.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku masih banyak jalan yang belum sesuai harapan.

Dia menyampaikan pemkab Sragen bekerja berdasarkan prioritas kebutuhan dan kondisi. Selain aspirasi masyarakat soal jalan yang belum diperbaiki dan dicatat untuk dipertimbangkan pada penganggaran selanjutnya.

”Tetap kami upayakan, jalan desa tentunya didorong dana desa untuk danggarkan, jalan kabupaten kami upayakan, jalan provinsi dan nasional kami ajukan juga,” beber Yuni. Wardoyo