JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi Hari Ini, Marka Jalur Kota Sudah Mulai Pudar. Kapolres Sragen Minta Dicat Lagi, Yang Kehabisan BBM di Tol Diarahkan Isi di Luar

Ilustrasi arus mudik
Ilustrasi arus mudik

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen memprediksi puncak arus mudik libur natal dan tahun baru (Nataru) akan tiba tanggal 21 Desember 2019 hari ini.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) membenahi marka di jalur Jalan Raya Sukowati di timur terminal lama.

Pasalnya, marka itu diketahui sudah luntur atau pudar terkena guyuran hujan. Hal itu diungkapkan Kapolres saat rapat lintas sektoral persiapan operasi lilin candi 2019 di Mapolres kemarin.

“Saya tadi pagi pas sepedaan, lihat marka jalan yang baru dibuat, kena air hujan sudah hilang lagi. Karena nanti tangg 20-21 Desember banyak kendaraan lewat, kalau bisa minta bantuan dicat lagi. Istilahnya untuk arus mudiknya saja,” paparnya.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Gondang dan Gemolong Suspek Covid-19 Meninggal Hari Ini. Berikut Daftar Lengkap 12 Pasien Positif, 2 Pasien Meninggal dan Riwayat Penularannya!

Kapolres mengaku sempat menanyakan bahwa marka itu akan dipermanenkan saat tahun baru. Meski demikian, ia berharap marka sebisa mungkin dicat kembali selama arus mudik Nataru ini.

Menurutnya, keberadaan garis marka pembatas jalan yang ada di tengah itu sangat penting. Apalagi jika pagi hari, kendaraan bus sering melaju kencang-kencang.

“Kalau pagi bus-bus kencengnya minta ampun,” terang Kapolres.

Sementara perwakilan dari Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menyampaikan ada beberapa pekerjaan penambahan gardu yang belum selesai. Namun ia memastikan untuk menghadapi Nataru, pekerjaan sudah bisa siap.

Baca Juga :  Tambah Lagi 2 Warga Positif, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Terus Meroket Jadi 469. Satu Orang Baru Pulang dari Boyolali, Satunya Tertular dari Sukodono, Total 65 Sudah Warga Meninggal Dunia

Petugas JSN itu juga menyampaikan di masing-masing rest area sudah ditempatkan ambulans. Mengingat jumlah petugas terbatas, nantinya pelayanan dilakukan on call 24 jam.

Sedangkan kapasitas parkir rest area 519 Masaran diprediksi bisa menampung 350 kendaraan. Sedangkan untuk ketersediaan BBM, juga disampaikan sudah siap.

“Stok BBM jumlahnya ditanbah. Untuk rest area 538 A dan B tidak disediakan BBM, sehingga apabila kehabisan BBM, nanti diarahkan keluar sari jalur tol lewat exit tol Ngawi maupun Sragen,” terangnya. Wardoyo