JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Korban Berjatuhan Paksa Wakil Walikota Depok Terjun Berburu Ular Kobra

RAS (8) bocah digigit ular kobra di Kota Depok sudah diperbolehkan pulang usai dirawat di RSUI selama dua hari, Rabu (18/12/2019) / tempo.co

DEPOK, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena kemunculan ular kobra dan jatuhnya beberapa korban,  memaksa Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna  terjun langsung menyisir keberadaan sarang ular kobra.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini kemunculan ular kobra telah meresahkan warganya di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

Dia hadir bersama pengurus lingkungan setempat membongkar tempat-tempat yang diduga tempat ular berbisa itu berkembang biak.

“Kami melibatkan LPM (lembaga pemberdayaan masyarakat), RT, RW, tokoh pemuda,” kata Pradi, Jumat (20/12/2019).

Baca Juga :  Ketua KPU dan Sejumlah Komisioner Positif Covid-19, Pilkada 2020 Tetap Jalan Sesuai Jadwal

Pradi juga mengingatkan warganya agar turut mengintensifkan kegiatan membersihkan lingkungan di sekitar rumah.

Dia menuturkan, ular bergeser ke lingkungan permukiman setelah habitatnya, persawahan, tergusur pembangunan kota.

Hingga kemarin, total korban akibat gigitan ular kobra di Kota Depok sudah mencapai tujuh orang. Lima di antaranya dilarikan ke RSUD Kota Depok.

Baca Juga :  Giliran Gedung Kemensos Lantai 1 Terbakar, Diduga Korsleting

Humas RSUD Kota Depok, Stya Hadi, bahkan mengatakan, total keseluruhan pasien yang dilakukan penanganan akibat gigitan ular ada tujuh orang.

“Tapi dua orang warga Kabupaten Bogor, jadi kalau warga Depok saja ada lima,” kata Hadi.

Menurut Hadi, seluruh pasien tersebut saat ini sudah dalam kondisi membaik usai diberikan penanganan berupa memasukkan serum anti bisa ular (sabu).

“Hingga hari ini stol serum (sabu) di RSUD Kota Depok masih cukup,” katanya menambahkan.

www.tempo.co