JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Din Syamsudin, Gubernur Ganjar Pranowo dan Tarzan Srimulat akan Beradu Akting dalam Kethoprakan Milad UMS

Din Syamsudin. Istimewa


SOLO (JOGLOSEMARNEWS.COM )-Ada yang menarik dalam perhelatan Milad Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tahun ini. Sebagai penutup rangkaian kegiatan Hari jadi ke-61 tahun 2019, UMS akan menyajikan pentas seni tradisional kethoprak.

Pentas kethoprak yang bisa dinikmati masyarakat umum tersebut digelar pada Sabtu (28/12/2019) malam bertempat di GOR UMS Kampus 2 Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Yang menarik, inilah inilah untuk pertama kalinya, UMS menyajikan pentas kethoprak karena biasanya dalam setiap harijadi, seni tradisi yang dipilih adalah wayang kulit.
Yang membuat pentas kethoprak ini akan makin menarik adalah hadirnya mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsudin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Tarsan Srimulat sebagai bintang tamu yang akan turut bermain dalam pementasan kethoprak tersebut.

Pelawak Tarsan. Liputan6

Mereka akan beradu peran bersama pemain tamu lainnya seperti Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif, Pimpinan PP Muhammadiyah KH Marpuji Ali, Wakil Rektor II UMS Sardjito Ph.D, Kabiro Rektorat UMS Dr Anam Sutopo, Sekretaris BPH UMS Dr Sabar Narimo.
Kemasan pementasan juga digarap dengan serius namun tetap penuh hiburan. Panggung dilengkapi layar LED dalam ukuran besar sebagai background pentas. Ditambah dengan permainan lighting serta penonton akan dihibur dengan lawakan Tarsan Srimulat bersama tim dagelan dari Kethoprak RRI Surakarta.

Baca Juga :  Kekayaan Calon Wali Kota Solo, Bajo Total Rp 1,9 M Sedangkan Gibran Rp 21 M, Ada Motor Honda CB Tahun 1974, Ini Rinciannya

Tema cerita yang diangkat dalam pementasan tersebut adalah tentang kisah perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan organisasi Muhammadiyah. Bagaimana Muhammadiyah berdiri penuh dengan tantangan dan perjuangan tidak ringan. Kegigihan Ahmad Dahlan lah yang akhirnya bisa menjadikan Muhammadiyah berdiri dan terus berkembang pesat. Maka lakon yang dipilih berjudul “Sang Surya Amajari Jagad”.

Gladi resik pementasan kethoprak dalam rangka Milad UMS, Jumat (27/12/2019). Istimewa

Dalam keterangan persnya, Wakil Rektor II UMS, Sardjito menyampaikan, pertunjukan ketoprak merupakan puncak peringatan Milad ke 61 UMS. “Pertunjukan ketoprak menjadi pilihan, karena selain tontonan yang merakyat, ketoprak juga sarat akan pesan moral dan sekaligus memberi hiburan,” terangnya kepada awak media.

Dituturkannya, lakon ‘Sang Surya Amajari Jagad’ mengisahkan sejarah berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1911, tentang perjuangan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta saat mendirikan Muhammadiyah. Dimulai berdirinya sekolah/madrasah pertama untuk pribumi, yang didukung Sultan Hamengku Buwono VII sampai berdirinya organisasi Muhammadiyah secara resmi tahun 1912.

Baca Juga :  Terhasut Ajakan 'Hitamkan Solo' 6 Remaja Anggota PSHT Asal Ngawi dan Karanganyar Diamankan di Kawasan Manahan
Gladi resik pementasan kethoprak dalam rangka Milad UMS, Jumat (27/12/2019)

Sutradara dalam pertunjukan ini dipercayakan kepada Ki Ngabehi Edi Sulistyono, dari RRI Surakarta yang sudah sarat pengalaman dan terbiasa di bidang penyutradaraan seni pertunjukan ketoprak. Pentas kethoprak ini memang menggandeng RRI Surakarta.
“Suatu kebanggaan RRI bisa ikut serta dalam perhelatan ketoprak kisah berdirinya Muhammadiyah. Kami persiapkan pertunjukan ini sejak 2 bulan lalu, mulai dari persiapan naskah sejarah Muhammadiyah hingga proses latihan. Dalam pertunjukan ini yang sangat bersemangat adalah Pak Din Syamsuddin,” kata Edi.

Diketahui, puncak milad ke 61 UMS sendiri akan diawali dengan Tabligh Akbar yang akan diisi oleh Din Syamsudin, dan dilanjutkan dengan launching countdown atau proses hitung mundur Muktamar Muhammadiyah ke 48 yang akan dilaksanakan di UMS pada Juli 2020. Kemudian ditutup dengan sajian utama yakni pertunjukan ketoprak spektakular. Triawati PP