JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ketahuan Tak Miskin, Banyak Warga Penerima Bantuan di Karanganyar Dilaporkan Mengundurkan Diri

Penempelan stiker miskin di rumah keluarga penerima PKH. Foto/Istimewa
Penempelan stiker miskin di rumah keluarga penerima PKH. Foto/Istimewa

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar mengungkap adanya sejumlah keluarga tidak miskin yang mengundurkan diri dari data miskin.

Mereka mengundurkan diri karena merasa sudah mampu. Meski demikian masih ada sebagian lain yang nekat tak mau mundur dan tetap pede rumahnya ditempeli stiker miskin.

Kepala Dinas Sosial  Karanganyar, Agus Heri Bindarto, di ruang kerjanya kemarin mengatakan dinas memang kesulitan untuk melakukan graduasi atau penonaktifan. Pasalnya, yang memiliki kewenangan untuk menonaktifkan adalah Kementerian Sosial.

Baca Juga :  Mengenal Green Yard Resto Jenawi, Ikon Wisata dan Kuliner Baru di Karanganyar. Padukan Kelezatan Menu dan Keindahan Lanskap Bukit Lawu Serta Candi Cetho

Pihaknya juga sudah mengajukan usulan data untuk dinonaktifkan. Menurutnya, sebagian bisa digraduasi apabila mereka mengundurkan diri dengan membuat surat pernyataan.

“Dan sekarang sudah banyak yang mengundurkan diri,” paparnya kepada wartawan.

Agus menguraikan data penerima PKH dan BPNT tersebut, merupakan data hasil survei yang dilakukan oleh BPS tahun 2011 lalu.

Baca Juga :  Muncul Penyebaran Covid-19 Klaster Hajatan dan Klaster Tawangmangu, RSUD Karanganyar Ancang-ancang Jika Terjadi Ledakan Kasus Baru. Langsung Tambah 46 Kamar Untuk Pasien Covid-19!

Data itu juga sudah diperbaharui tahun 2015.  Menurut dia, berdasarkan data tersebut, lebih dari 53.000 warga Karanganyar menjadi keluarga penerima manfaat. Sebenarnya data tersebut juga telah diperbaiki tahun 2018 lalu.

“Data itu yang di pakai. Sehingga berdasarkan data tersebut, masih ada bantuan yang mungkin salah sasaran dan diberikan kepada keluarga mampu,” jelas Heri. Wardoyo