JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ngeri, Petani Tewas Mengenaskan Tertimpa Pohon Albasia Raksasa Saat Berteduh Dari Hujan Angin

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

PURBALINGGA,JOGLOSEMARNEWS.COM Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/12/2019) sore.

Akibat hujan angin di Kecamatan Rembang, seorang petani tewas tertimpa pohon dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Kapolsek Rembang Iptu Sunarto mengungkapkan bahwa peristiwa seorang petani meningal dunia akibat tertimpa pohon terjadi di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang.

Korban bernama Kirtaji (80) warga desa setempat yang saat itu berada di kebun.

“Saat hujan deras disertai angin korban sedang berada di kebun dan tertimpa pohon Albasia yang roboh terkena angin. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Kapolsek dilansir Tribratanews Polda Jateng Jumat (13/12/2019).

Baca Juga :  Buntut Temuan Pipa Limbah Siluman ke Bengawan Solo, Gubernur Ganjar Datangi Petinggi Perusahaan di Karanganyar. "Kalau Tidak Memperbaiki, Terpaksa Tindakan Hukum!

Disampaikan Kapolsek, sebelum kejadian korban pergi dari rumah menuju kebun sekitar pukul 09.00 WIB. Karena hingga sore belum pulang, istrinya yang bernama Sartami mencoba mencari di kebun yang letaknya sekitar 300 meter dari rumah.

“Saat sedang mencari, Sartami menemukan suaminya dalam keadaan tergeletak di kebun tertimpa pohon Alba. Mendapati hal itu, Sartami kemudian meminta tolong warga sekitar yang kemudian membawa korban ke rumahnya,” jelas Kapolsek.

Hasil pemeriksaan polisi dan tim medis dari Puskesmas Rembang diketahui korban mengalami luka robek dibagian kepala serta tengkuk membiru. Luka tersebut disebabkan kepala korban tertimpa pohon Albasia berukuran besar.

Baca Juga :  Ganjar Kembali Wujudkan Perhatian Khusus di Sektor Pendidikan, Hadiri Peluncuran Buku Cerpen Karya Siswa SD Salatiga

Kapolsek menambahkan, selain pohon tumbang menimpa petani, di Desa Panusupan terjadi juga pohon kelapa tumbang menimpa sebuah rumah.

Rumah milik Witno Adiyanto (38) bagian dapurnya hancur akibat tertimpa pohon kelapa yang roboh terkena angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa akibat pohon kelapa roboh menimpa rumah tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta akibat bangunan dapur berukuran 7×5 meter rusak berat,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menghimbau kepada seluruh warga untuk lebih waspada terhadap bencana alam. Terlebih pada akhir ini sering terjadi hujan disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan bencana alam. JSnews