JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pendaftar 9.365 Orang, Tapi Ada 9 Formasi CPNS di Sragen Masih Kosong. BKPP Sebut Bisa Diisi dari Peserta Berkualifikasi Sama di Lain Instansi

Ilustrasi keluarga dan sejumlah peserta Ujian SKB CPNS saat memantau skor hasil ujian di layar monitor depan GOR Diponegoro Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi keluarga dan sejumlah peserta Ujian SKB CPNS saat memantau skor hasil ujian di layar monitor depan GOR Diponegoro Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen melansir masih ada sembilan formasi yang kosong tanpa pendaftar.

Sembilan formasi itu tanpa pelamar sampai hari penutupan pendaftaran. Kepala BKPP Sragen, Sutrisna mengungkapkan sembilan formasi itu enam di antaranya merupakan formasi bidang tenaga kesehatan.

Masing-masing dokter spesialis jantung, oncologi, urologi, THT, radiologi, dan orthopedi. Sedangkan tiga formasi yang juga nihil pendaftar adalah pranata komputer di Satpol PP, pranata komputer di DKK dan pranata komputer di Ketahanan Pangan.

Menurut Sutrisna, kekosongan formasi itu diduga karena memang minimnya lulusan utamanya di formasi dokter spesialis. Sedangkan kekosongan di formasi pranata komputer, dimungkinkan karena saking banyaknya formasi itu di beberapa instansi.

Baca Juga :  Kerabat Suspek Meninggal asal Plupuh Sragen Tegaskan Hasil Swab dari RS Menunjukkan Negatif Covid-19. Sekda Tegaskan Suspek Belum Tentu Positif, Warga Diminta Tak Resah Atau Menjauhi!

Sehingga, calon pelamar terfokus pada formasi di instansi tertentu dan di tiga instansi itu justru kelewatan.

Meski dikosongkan dan tidak akan dibuka perpanjangan, Sutrisna menyampaikan untuk formasi yang kosong nantinya masih bisa terisi.

“Nanti bisa diambilkan dari pelamar yang lain dengan kualifikasi pendidikan dan formasi jabatan sama apabila passing gradenya memenuhi. Misalnya formasi Prakom (pranata komputer) di instansi A yang dibutuhkan 1, ternyata yang lolos passing grade ada 2. Nanti yang ranking kedua itu bisa dilempar mengisi formasi Prakom yang kosong,” tandasnya.

Tapi, soal pengisian itu, nantinya yang menentukan adalah sistem. BKPP tidak memiliki kewenangan untuk itu.

Baca Juga :  Kades Tegaldowo Gemolong Positif Covid-19, Balai Desa Langsung Lockdown 10 Hari. Pelayanan Ditutup Total, Semua Perangkat Desa Diswab!

“Nanti sistem yang menentukan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, dari hasil verifikasi berkas pelamar yang diumumkan mulai Senin (16/12/2019) melalui website, dari total 9.365 pelamar, yang memenuhi syarat ada 8.357 pelamar.

Sedangkan yang tidak memenuhi syarat atau tidak lolos sebanyak 1.008 pelamar. Dari hasil rekapitulasi tim, 1.008 pelamar itu gugur karena beragam alasan.

Namun yang paling banyak ternyata terkait buta warna. Sutrisna mengungkap ada 429 pelamar yang gugur karena tidak melampirkan surat keterangan tidak buta warna. Mereka mayoritas melamar di formasi tenaga kesehatan. Wardoyo