JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Resmi Dilantik, Kades Tangkil Sragen Langsung Buat Gebrakan Turunkan Tarif Sewa Lahan Hingga 30 %. Siap Rangkul Semua Warga dan Lembaga, Pengelolaan Desa Bakal Lebih Terbuka!

Kades Tangkil, Suyono dan sang istri saat berpose usai pelantikan, JUmat (27/12/2019). Foto/Wardoyo

loading...
Kades Tangkil, Suyono dan sang istri saat berpose usai pelantikan, JUmat (27/12/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah resmi dilantik oleh Bupati Sragen Jumat (27/12/2019), kepala desa (Kades) Tangkil, Kecamatan Sragen, Suyono langsung membuat gebrakan. Kades yang menumbangkan petahana itu sudah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan segera digeber setelah pelantikan.

Hal itu diungkapkan Suyono ditemui usai pelantikan, Jumat (27/12/2019). Ditemui di kediamannya di Dukuh Bulakrejo RT 2/14, Desa Tangkil, Sragen, pria yang dikenal bersahaja itu mengaku sudah menyiapkan beberapa konsep untuk mewujudkan visi misinya membawa perubahan Tangkil menuju lebih maju dan transparan.

“Satu di antaranya adalah menurunkan tarif sewa lahan sebesar 30 persen dari tarif yang kemarin. Penurunan itu untuk tarif sewa lahan sawah, pekarangan dan tegalan. Ini juga berdasarkan aspirasi warga yang kemarin sebagian besar keberatan karena dulu naiknya hampir 500 persen,” paparnya didampingi sang istri.

Pria yang pernah berjualan bakso hingga menjadi TKI dan akhirnya pengusaha material itu menguraikan wacana menurunkan tarif sewa lahan itu juga dikarenakan mayoritas warga yang menyewa berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.

Suyono bahkan menyebut hampir 80 persen dari warga penyewa lahan itu adalah warga tidak mampu. Kebijakan penurunan tarif sewa lahan itu juga sudah dibahas dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan sudah disetujui.

“Tinggal nanti direalisasikan. Segera, karena ini sudah resmi dilantik, nanti akan kita wujudkan itu. Memang imbasnya nanti akan berpengaruh pada pendapatan desa, tapi menurut kami penurunan 30 persen dibanding kenaikan 500 persen itu tidaklah seberapa. Toh semua juga demi warga dan yang terpenting bisa meringankan beban warga,” terangnya.

Baca Juga :  Bingung Dikejar Leasing dan Cicilan Kredit, Jadi Alasan Warga Plupuh Sragen Nekat Begal Tetangganya Sendiri. Pelaku Bawa Parang dan Penutup Wajah, Gasak Tas Berisi Rp 3 Juta

Selain tarif lahan, pihaknya juga sudah menyiapkan program pemberdayaan potensi desa. Seperti memberdayakan BUMDes akan lebih dikembangkan lagi dan pengelolaan lebih terbuka.

Kemudian organisasi kepemudaan atau karang taruna juga akan lebih diberdayakan dengan memberikan anggaran memadai setiap tahun serta merintis pengelolaan sampah rosok untuk karang taruna. Para pemuda nantinya akan diberdayakan untuk mengambil, mengumpulkan dan mengelola rosok yang ada di wilayah RT masing-masing.

“Kami akan buatkan semacam sanggar rosok. Seperti di sini ada 4 RT. Nah, nanti setiap warga mengumpulkan rosoknya ditaruh di depan rumah, tiap pagi atau sore atau berapa hari sekali, anggota mengambilnya dan mencatat dalam buku. Nanti hasilnya masing-masing KK berapa dicatat dibuatkan pembukuan sendiri-sendiri. Nanti terserah apakah digunakan untuk kas, atau mungkin untuk membayar tagihan listrik dan lainnya. Yang jelas tujuan kami memberdayakan karang taruna dan warga memanfaatkan rosok biar lebih bermanfaat. Selain tentunya kegiatan kepemudaan lebih kita dorong lagi,” terangnya.

Lebih lanjut, Suyono menekankan prioritas lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan pembangunan desa dengan mengedepankan asas transparansi dan kualitas. Ia sudah berkoordinasi dengan semua lembaga dan SDM di desa untuk menjalankan proyek infrastruktur yang ada di desa secara terbuka dan kualitas pekerjaan harus diutamakan.

Baca Juga :  Awas, Waspadai Transmisi Lokal Covid-19 Klaster Baru dari Pasar. Buntut 14 Pedagang Sragen Positif Rapid Test di Pasar Sine Ngawi!

“Nanti akan kita libatkan semua dan kita sampaikan blak-blakan. Misalnya pembangunan jalan ini anggarannya sekian, semua harus tahu dan silakan dikerjakan yang terpenting kualitasnya harus baik. Biar nggak cepat rusak,” urainya.

Di bagian akhir, bapak dua anak itu juga mengajak semua masyarakatnya untuk kembali bersatu dan bersama-sama membangun desanya agar makin maju. Tak hanya warga, pihaknya juga sudah merangkul semua perangkat desa, lembaga-lembaga desa dan unsur yang ada, untuk bekerja bersama-sama demi kemajuan desa.

“Sejak kemarin saya sudah silaturahmi dan menyambangi Mas Agus, juga bapaknya. Dan semua baik-baik saja. Untuk perangkat desa dan lembaga juga akan lebih kita rangkul serta dilakukan pembenahan agar bisa lebih maju lagi. Dan Alhamdulillah respon mereka semangat-semangat sekali,” tegasnya. Wardoyo