JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

SPBU Tak Boleh Lagi Layani Pembelian Pertalite Pakai Jeriken. Pengecer dan Pertamini Hanya Boleh Jual Pertamax 

Salah satu pemilik kios di Sragen saat menuangkan BBM pertalite eceran. Foto/Wardoyo

IMG 20191207 193145
Salah satu pemilik kios di Sragen saat menuangkan BBM pertalite eceran. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kini tidak boleh lagi melayani pembelian pertalite pakai jeriken. Pembelian pakai jeriken hanya diperbolehkan untuk BBM jenis pertamax.

Kebijakan itu berlaku sejak beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sragen, Tedi Rosanto mengungkapkan kebijakan itu sebenarnya sudah berlaku sejak beberapa waktu lalu.

“Mungkin karena konsumsi pertamax agak jarang, sehingga sekarang hanya pertamax yang dibolehkan pembelian pakai jeriken. Pertalite sudah nggak boleh,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Baca Juga :  Kronologi Meninggalnya Emak-Emak Korban Klaster Layatan di Sragen. Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Awalnya Buang Air Kecil dan Sempat Ditunggu Bidan

Menurutnya, kebijakan itu didasarkan kajian-kajian terkait tingginya konsumsi pertalite yang berbanding terbalik dengan Pertamax.

Hal itu yang dimungkinkan membuat harga jual pertalite di lapangan yang dulu dibolehkan dibeli pakai jeriken, akhirnya menjadi tinggi. Sehingga harga pertalite sudah tidak lagi sesuai dengan harga subsidi.

Baca Juga :  Waspada, Ada Klaster Covid-19 dari Salat Tarawih di Sambirejo Sragen. Imam Masjid Positif, 12 Jemaah Ikut Tertular Positif

Tak hanya penjual eceran, Pertamini pun juga diharapkan tidak lagi menjual pertalite. Yang dibolehkan adalah menjual pertamax.

“Sudah ada kesepakatan dari pengelola SPBU-SPBU di Sragen bahwa untuk Pertamini nggak akan dipasok pertalite lagi. Mereka hanya boleh menjual Pertamax,” terangnya. Wardoyo