JOGLOSEMARNEWS.COM Panggung Film

Anak Garuda, Film Produksi Anak Negeri Penuh Inspirasi

Para pemain film Anak Garuda. Triawati PP
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perkembangan film Indonesia semakin pesat. Satu lagi, hadir film Anak Garuda garapan anak negeri asli yang diangkat dari kisah nyata.

Anak Garuda tayang perdana di bioskop tanggal 16 Januari 2020 lalu. Film garapan Butterfly pictures ini menjadi salah satu tontonan yang sarat akan nilai hidup dan motivasi hidup.

Salah seorang pemain Anak Garuda, Kiki Narendra yang berperan sebagai Koh Jul menuturkan, sejauh ini banyak tontonan di Indonesia yang hanya menyajikan hiburan.

”Namun film ini tak hanya menyajikan hiburan tapi motivasi mengenai hidup,” tuturnya, Sabtu (18/1/2020).

Film yang terinspirasi dari kisah-kisah di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) ini membedakan film ini dengan film lainnya. Anak Bafuda dijamin memberikan tontonan yang bermutu dengan menyajikan kisah-kisah dari Sekolah SPI.

SPI sendiri merupakan sekolah gratis yang muridnya berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan mengambil cerita kisah para remaja, banyak hal yang dapat menjadi inspirasi hidup.

Sementara itu salah satu alumni murid SPI yang kisahnya diambil, Atstsaniyatunnisaa Khadijatus Sayyidatish Shalihah atau yang akrab disapa Sayyida menambahkan, film ini awalnya pernah dibuat oleh production house lainnya. Namun para alumni dan murid-murid di SPI memutuskan untuk membuat lagi kisah dari sekolah SPI secara mandiri.

”Waktu pembuatan film Say I Love You tahun lalu ternyata ada investor yang berminat membuat film ini kembali. Namun syaratnya kami diminta untuk memproduksi sendiri, makanya kami buat film ini,” bebernya.

Tantangan yang dihadapi Sayyida bersama dengan anggota tim lain yakni ketika nantinya film ini gagal. Namun mereka tidak merasa takut jika nantinya film ini tak diminati banyak orang. Sebab selama di Sekolah SPI dirinya dan kawan-kawannya selalu diajarkan untuk bisa menghadapi kegagalan dan belajar dari kegagalan.

”Sejak di sekolah kami dididik untuk mencoba terlebih dahulu, tidak peduli apakah nantinya gagal atau sukses. Namun yang penting berjuang. Kalaupun gagal, bisa jadi pembelajaran,” tukasnya. Triawati PP