JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bukan Sebab Hubungan Intim, Polisi dan Pemdes Pastikan Kasus Pembunuhan Ibu Kandung di Sumberlawang Sragen Dipicu Masalah Nama!

Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar saat memimpin identifikasi jasad ibu yang dibunuh anak kandungnya di Pendem, Sumberlawang,. Foto/Wardoyo
Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar saat memimpin identifikasi jasad ibu yang dibunuh anak kandungnya di Pendem, Sumberlawang,. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pihak kepolisian membantah kasus tewasnya Daliyem (50) warga Dukuh Barong, RT 06, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen yang dibunuh anak kandungnya sendiri, karena ada kaitannya dengan masalah hubungan intim.

Sebaliknya, ia menegaskan dari keterangan pelaku yang juga anak kandung korban, Hendriyanto (36), aksi penganiayaan berujung kematian korban itu murni karena persoalan nama.

“Jadi nggak ada itu (karena menolak hubungan intim). Saat kami tanya, pelaku mengaku kalau penyebabnya dia minta namanya diganti. Tapi oleh ibunya (korban) dibilang kalau namanya sudah bagus. Nggak perlu diganti. Nah mendengar jawaban ibunya, pelaku langsung memukuli ibunya,” papar Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanudin mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (2/2/2020).

Kapolsek menguraikan pelaku memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Untuk sementara, pelaku sudah diamankan sembari menunggu hasil penyelidikan.

Baca Juga :  Berikut Daftar 24 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Paling Banyak dari Gemolong, Ngrampal, Tanon dan Kalijambe!

Ia menegaskan bahwa tidak ada motif lain selain persoalan nama. Hal itu juga dibenarkan Kadus Desa Pendem, Ariyadi yang turut mengawal jalannya otopsi jasad korban di RSUDD Dr Moewardi Solo.

Kadus mengatakan saat dirinya mengklarifikasi kepada pelaku, yang bersangkutan juga mengakui melakukan itu ke ibunya lantaran ingin merubah nama tapi ditolak ibunya.

“Tadi malam begitu kejadian, saya langsung nemui pelaku. Saya tanya lha mbokmu mbok kapakne. Dia njawab aku mung njaluk ganti jeneng karo dibancaki. Lha mboke semaur ngko dibancaki wae le, ora usah ganti jeneng. Tahu-tahu, tangannya kayak nggak sebaene langsung nyekik dan ibunya ditendang lalu diantemi,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika malam itu korban sedang beristirahat tiduran di kamarnya.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

Entah dari mana mulanya, sekitar pukul 22.30 WIB, Hendriyanto mendadak datang ke kamar ibunya.

Mendengar jawaban ibunya, seketika pelaku langsung kalap. Ia langsung mengayunkan kepalan tangannya ke wajah ibunya. Lalu menendang tubuh ibunya berulangkali serta mencekik lehernya hingga tewas.

Setelah melihat ibunya tewas, korban langsung keluar kamar. Bersamaan itu, bapaknya, Sadiyo yang sedang di ruang depan, langsung menuju ke kamarnya karena curiga suara gaduh.

Saat membuka kamar, ia langsung histeris mendapati istrinya sudah tergeletak bersimbah darah di atas ranjang. Sempat dibawa ke RS Yakssi Gemolong, namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Wardoyo