loading...
Loading...
Kepala ATR BPN Wonogiri, Abdul Aziz

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Sedikitnya ada 600 ribuan bidang tanah di Wonogiri. Namun belum semuanya bersertifikat.

Menurut data yang berhasil dihimpun dari Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Wonogiri, Selasa (14/1/2020), total bidang tanah di Wonogiri sekitar 600 ribu. Dari jumlah tersebut uang sudah bersertifikat baru sekitar 60 persen atau 360 ribu bidang.

“Jadi sisanya sebanyak 40 persen atau 240 ribu bidang belum memiliki sertifikat,” ungkap Kepala ATR/BPN Wonogiri Abdul Aziz didampingi Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Heru Eko Marwoto.
 
Bidang tanah yang belum bersertifikat, menurut Abdul Aziz, sudah ada sejak dahulu dan tersebar di seluruh pelosok Wonogiri.

Baca Juga :  Bupati Jekek : Pendapatan Pajak Galian C Tak Sebanding Dengan Dampak yang Ditimbulkan, Misalnya Potensi Bencana

Sementara, Presiden menargetkan di 2026 mendatang seluruh bidang tanah harus sudah bersertifikat. Pemerintah kemudian gencar mendorong masyarakat untuk mensertifikatkan tanah mereka.

“Salah satu upayanya adalah memberikan kemudahan pelayanan dengan program PTSL,” bebernya.

Selain itu pihaknya mengharap pemerintah daerah ikut menyupport tercapainya target tersebut.

Tahun ini Kantor ATR/BPN Wonogiri mendapat target Peta Bidang Tanah (PBT) sebanyak 15 ribu bidang dan target surat hak atas tanah (SHT) sebanyak 14 ribu bidang/SHT. Sedangkan pada 2019 target PTSL adalah 15.400 bidang dan tercapai 19.904 bidang.

Baca Juga :  Ini Lho Pentingnya Wawasan Kebangsaan Ditanamkan Kepada Generasi Muda

“Tahun ini ada 31 desa di empat kecamatan yang mengajukan program PTSL,” kata dia. Aria

Loading...