loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Waktu yang membawa matahari naik tepat di atas kepala, udara yang panas dan terik adalah saat yang tepat untuk menikmati sajian minuman dingin.

Es Kapal, adalah salah satu minuman yang sangat cocok dinikmati untuk menyembuhkan dahaga di siang hari.

Dengan harga yang bisa dibilang relatif murah yaitu hanya dengan merogoh kantong Rp 5.000 saja, kita bisa merasakan kesegaran es yang disajikan dan dibuat oleh Gunawan (52).

Ditemani gerobak es berwarna biru yang berbentuk seperti kapal, sembari duduk di pinggir jalan di bawah pohon rindang dan melihat lalu lalang pengendara yang selalu ramai membuat mereka berhenti sejenak untuk menikmati Es Kapal ini.

Gunawan sudah empat bulan berjualan Es Kapal di Jalan Kebangkitan Nasional, Penumping, Laweyan, Kota Surakarta, tepatnya di belakang Stadion Sriwedari.

Dia ditemani oleh salah satu putrinya, Ira (28).

“Ya bantu-bantu bapak, soalnya banyak yang beli, kasihan bapak meladeninya sendirian,” katanya saat ditanya alasan menemani ayahnya berjualan.

Usaha yang dilakukan Gunawan sebenarnya merupakan peninggalan dari orangtuanya.

Dulu, ayah Gunawan juga telah berjualan Es Kapal selama 35 tahun. Bukan waktu yang singkat untuk sebuah runtisan usaha. Dan terbukti, gerobak es kapal milik Gunawan tak pernah sepi pembeli.

Dia mulai siap berjualan dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Dari gerobak es kapalnya itulah, Gunawan menghidupi keluarganya.

Namanya berdagang, terkadang laris, namun ada kalanya sepi. Saat mendung atau hujan adalah saat-saat ketika jualannya sepi pembeli. Maklum, cuaca dingin membuat orang tak berminat minum yang dingin-dingin.

ini tampilan es kapal, sederhana namun menggiurkan / yustina r

Walau begitu, Gunawan mengakui setidaknya selama satu hari berjualan, tetap mendapatkan keuntungan.

Para pembeli biasanya adalah mereka yang kangen dengan cita rasa khas es kapal buatannya.

Omong-okong soal nama Es Kapal, Gunawan mengatakan, nama es kapal bermula dari bentuk gerobaknya yang menyerupai kapal.

“Yak arena bentuknya mirip kapal mbak, jadi sekarang dikenalnya Es Kapal,” ujar Gunawan sembari membuatkan pesanan pembeli.

Es kapal ini diracik dengan resep adalan dari santan dan cokelat, dilengkapi dengan parutan es dan roti tawar.

Perpaduan rasa yang sungguh nikmat dan membuat tidak kapok, alias ketagihan untuk kembali lagi.

“Enak, murah, apalagi kalau cuaca sedang panas-panasnya,” komentar Andi (23), salah satu pembeli yang datang. yustina r