loading...

BANDUNG, JOGLOSEMAR NEWS.COM –  Belum surut heboh kasus Keraton Agung Sejagat, lagi-lagi muncul fenomena serupa, yakni perhimpunan yang bernama Sunda Empire.

Menyebut organisasinya sebagai kekaisaran Sunda, Sunda Empire pun membuat heboh jagat media sosial.

Sebab baru-baru ini, beredar video pidato dari pengikut Sunda Empire di kanal media sosial.

Seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari Facebook, kemunculan Sunda Empire menuai perbincangan publik.

Unggahan terkait Sunda Empire – Earth Empire itu diunggah oleh warganet Re**y Khai**ni Mil**r di Facebook.

Dalam postingannya, warganet tersebut menuliskan mengenai pertemuan Sunda Empire – Earth Empire di Bandung.

Ia bahkan menulis, sistem pemerintahan dunia dikendalikan koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia.

“SUNDA EMPIRE – EARTH EMPIRE, dalam menyambut Indonesia baru yg lebih makmur dan sejahtera, dgn system pemerintahan dunia yg dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia.”

“Masa pemerintahan dunia yg sekarang akan segera berakhir sampai dgn tgl 15 Agustus 2020.”

“Mari kita persiapkan diri kita utk menyongsong kehidupan yg lebih baik dan sejahtera.” (KN)

“Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tdk gratis, setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan??” tulis warganet akun Facebook Re**y Khai**ni Mil**r, dikutip Jumat (17/1/2020).

Tak hanya tulisan di unggahan Facebook, publik juga dikejutkan dengan video salah seorang pengikut Sunda Empire.

Dalam channel Youtube-nya, Sunda Empire rupanya sempat membagikan video pada 16 Juni 2018. Video tersebut diduga merupakan pertemuan pengikut Sunda Empire.

Baca Juga :  DPR Khawatirkan Omnibus Law Bakal Bikin Pemerintah Makin Otoriter

Dalam video tersebut, salah seorang pria yang diduga pengikut Sunda Empire menggumamkan perihal kekaisaran Sunda.

Sejarah pembentukan negara di dunia ini menurut pria tersebut dimulai pada 15 Agustus 1945.

Pria tersebut lantas menggumamkan bahwa dunia akan berakhir pada 2020.

Karenanya, sebelum dunia berakhir, maka orang-orang diminta untuk bergabung dalam misi memperpanjang negeri yang mereka tempati.

Jika tidak, maka orang serta negara tersebut akan terlilit utang hingga dunia kiamat.

“Nagasaki jatuh, maka negara yang pertama kali berdiri adalah Vatikan, 15 Agustus 1945. Vatikan membentuk negara-negara lain, Inggris, Amerika, British, seluruhnya, tahun 2020 berakhir,”

“Sebelum masa itu berakhir, maka kita persiapkan dari sekarang, 2018, 2019, 2020. Tidak bisa tidak. Di mana setiap orang akan hadir, untuk memperpanjang negerinya, atau kalau tidak, mereka akan berhutang sampai dunia kiamat,” ucap pria dalam video dilansir pada Jumat (17/1/2020).

Lebih lanjut, pria yang mengenakan seragam berwarna hitam itu pun menggumamkan perihal kekaisaran Sunda.

Dalam pidato tersebut, sang pria berujar bahwa setiap orang tidak perlu pergi jauh-jauh untuk memperpanjang usia negara.

Adalah Bandung yang diakui sang pria sebagai tempat untuk memperpanjang usia negara.

“Kita bisa mengampuni sistem penggunaan aset bumi, asal mereka datang ke Bandung. Mendaftarkan diri, kepada sistem imperium dunia namanya Kekaisaran Sunda, kekaisaran matahari,”

“Kalian tidak perlu mencari siapa, tidak perlu China, Amerika, Inggris, kamu datang ke Bandung, kalau tidak semua uang dikunci, ditutup, kalian akan terus menambah utang untuk 75 tahun berikutnya,” pungkas sang pria.

Baca Juga :  Survei Unggulkan Ahok, PSI: Anies Terlalu Banyak Wacana

Video yang dibagikan pada 15 Juni 2018 itu pun kembali dibagikan warganet di media sosial seperti Instagram dan Twitter.

Hingga artikel ini ditayangkan, sudah ada 8.000 penonton video pidato terkait Sunda Empire.

Polisi Sudah Memonitor

Terkait fenomena tersebut, Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Hendra Suhartiyani mengatakan, pihaknya sudah memonitor organisasi itu.

“Kegiatan yang dimaksudkan sudah kami monitor. Sedang kami dalami, siapkan langkah hukum jika memiliki kemiripan dengan Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah,” ujar Hendra dilansir dari TribunJabar.id.

Pendalaman dimaksud, kata dia, merumuskan hal apa saja dari organisasi Sunda Empire yang diatur dan dilarang menurut hukum di Indonesia.

“Kami lagi mendalami, apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat yang di Purworejo, kan, beda-beda nih. Kalau pendalamannya sudah lengkap, kami siapkan langkah-langkah antisipasi,” ujar Hendra.

Sementara itu, Kesbangpol Kota Bandung menyebut keberadaan Sunda Empire ‎belum terdaftar sebagai organisasi massa.

“Mereka bukan ormas, tidak, tidak terdaftar sebagai ormas. Makanya kami sedang telusuri, ‎karena hampir sama kayak yang di Jateng, makanya kami sedang koordinasi untuk mendalami,” ujar Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Bandung, Sony, saat dihubungi pada Jumat (17/1/2020).

Informasi yang ia terima, Sunda Empire sudah terlacak sejak 2018 dan sempat ditangani Kodam III Siliwangi. ‎

Namun, saat ini ia tidak tahu kenapa bisa muncul lagi.

“Jadi ini mah latah dari kejadian yang di Purworejo. Tapi ini memang perlu diantisipasi‎,” ujar Sony.

www.tribunnews.com