JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pengikut Keraton Agung Sejagat Tersebar Sampai ke Wonogiri

tribunnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak hanya dari Purworejo, Jawa Tengah saja, ternyata pengikut Keraton Agung Sejagat tersebar sampai ke wilayah Surakarta, termasuk dari Kabupaten Wonogiri.

Hal itu diungkapkan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan,pengikut Keraton Agung Sejagat yang berasal dari berbagai daerah tersebut juga turut memberikan dana masuk.

Rycko mengatakan, saat ini kepolisian masih menghitung terkait jumlah dana iuran tersebut.

“Mereka juga ikut membayar iuran. Sampai sejauh ini, kami masih terus hitung uang hasil dari iuran tersebut,” ujarnya.

Iuran itu, menurut Dahniel, ada yang disimpan secara tunai maupun di bank.

“Sejumlah uang juga ada yang disimpan di masing-masing daerah seperti di Wonogiri dan Klaten,” kata Rycko, dikutip dari TribunJateng.com, Jumat (17/1/2020).

Lalu, Rycko berujar, tersangka Totok Santoso Hadiningrat dan Fanni Aminadia akan diperiksa secara psikologis oleh Dokkes Polda Jateng pada Senin, (20/1/2020).

Menurutnya, pemeriksaan tersebut untuk mengetahui secara psikologis asal dari kedua tersangka, yang masih mengklaim mendapat wangsit untuk menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin: Dari 8,3 Juta Pelaku UMKM, Baru 13 Persen Gunakan Teknologi Digital

Ia pun menyampaikan, kedua tersangka tersebut sampai saat ini masih kooperatif.

“Kedua tersangka kooperatif. Totok sudah memberikan penjelasan, namun, Fanni masih merasa mendapatkan wangsit untuk menjaga perdamaian dunia,” kata dia.

“Maka dari itu, kami akan periksa tersangka secara sisi psikologisnya nanti Senin (20/1/2020),” jelas Rycko.

Saat disinggung perihal adanya tersangka baru, Kapolda menyebut masih melihat kemungkinan, terutama kepada para koordinator atau patih di beberapa daerah lainnya.

“Apakah sang patih (koordinator) di daerah-daerah ini dikategorikan sebagai pembantu kedua tersangka atau malah menjadi korban juga,” ujarnya.

Hal itulah, menurut Dahniel yang tengah didalami oleh polisi. Jika ikut membantu, maka akan ada tersangka baru lainnya.

Pemeriksaan Pengikut di Klaten

Diberitakan sebelumnya, polisi telah memeriksa tiga orang yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2020).

Pemeriksaan tiga orang tersebut bermula saat polisi menemukan seragam, seperti yang dipakai oleh Kerajaan Agung Sejagat.

Baca Juga :  Kembali Gelar Unjuk Rasa, Buruh Tolak Ditawari Ketemu Staf Kepresidenan

Aparat Kepolisian mengamankan pengikut Kerajaan Agung Sejagat yang dipimpin Totok Santosa Hadingrat dari Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020).

Aparat Kepolisian mengamankan pengikut Kerajaan Agung Sejagat yang dipimpin Totok Santosa Hadingrat dari Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020).

Selain itu juga ditemukan Kartu Identitas Keraton pada seorang pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten.

Mengutip TribunSolo.com, dalam seragam tersebut, ditemukan ada tanda pangkat mayor jenderal.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana mengatakan, polisi memeriksa tiga orang, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.

“Mereka diperiksa ada tiga orang,” ujar Iskandar, Kamis (16/1/2020).

Iskandar mengatakan, dari keterangan saksi pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten, ada 29 anggota mereka yang berada di Klaten.

Sementara itu, Polres Klaten tengah menindaklanjuti informasi keberadaan Keraton Agung Sejagat di Klaten.

Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, soal informasi keberadaan Keraton Agung Sejagat di Klaten masih ditelusuri pihaknya.

“Kita masih sebar tim di lapangan untuk menyelidiki Informasi itu (keberadaan Keraton Agung Sejagat),” kata AKBP Wiyono, Kamis (16/1/2020).

www.tribunnews.com