loading...
Sinuhun Kerajaan Agung Sejagat Purworejo berada di singgasana (Tribunjateng/ISTIMEWA)

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Munculnya sejumlah “ kerajaan” dan sempat membuat heboh, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Juliyatmono mengatakan bahwa fenomena munculnya kerajaan-kerajaan belakangan ini, sebagai manifestasi romantisme sejarah masa lalu.

Menurutnya, sejumah faktor, menjadi penyebab munculnya kerajaan ini. Salah satunya karena saluran yang tersumbat dan tidak memiliki wadah atau saluran untuk mengaktualisasikan keberadaan mereka.

“Maka jalan pintasnya adalah romantisme, mendesain seolah-olah dia keturunan raja, darah biru. Dengan cara ini, mereka ingin menunjukkan eksistensi mereka,” papar bupati kepada wartawan usai paripurna di DPRD, Jumat (24/01/2020).

Baca Juga :  177 Motor N Max Kades Dituding Politis, Bupati Karanganyar: Warnanya Hitam, Tidak Kuning Tidak Hijau!

Terhadap fenomena munculya kerajaan ini, bupati memandangvpemerintah harus mengambil sikap tegas. Pasalnya,ia menilai kemunculan kerajaan ini, sangat bertentangan dengan bentuk Negara, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pemerintah harus mengambil tindakan tegas. Jangan sampai kemunculan kerajaan ini berdampak luas dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Negara kita tidak akan mungkin kembali ke sistem kerajaan. Kalau sebuah kebudayaan, atau paguyuban untuk menjaga kelrstarian budaya tidak masalah. Tapi kalau sampai muncul sebuah kerajaan, ini tidak boleh terjadi,” tandasnya. Wardoyo