JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Korupsi RSUD Sragen, Kajari Isyaratkan Tersangka Dimungkinkan Bisa Bertambah. Total 20 Saksi Diperiksa, Salah Satunya Pihak Ini!

Syarief Sulaeman. Foto/Wardoyo
Syarief Sulaeman. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, masih terus mengembangkan penyelidikan dan mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan gedung operasi RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen tahun 2016.

Selain menetapkan 2 tersangka, saat ini sejumlah saksi termasuk dari pihak rekanan, masih terus dimintai keterangan.

Bahkan, Kajari Syarief Sulaeman mengisyaratakan masih dimungkinkan adanya pihak lain yang berpotensi terseret menjadi tersangka.

“Proses penyidikan belum selesai, dan masih terus berjalan. Kami masih akan terus mendalami termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” paparnya ditemui di Karanganyar saat launching layanan denda tilang via Pos, selasa (14/01/2020).

Baca Juga :  Kecelakaan Hebat Depan Samsat Sragen, Truk Remuk Gasak Truk Ngerem Mendadak. Sopir dan Kernet Luka Parah, Truk Biang Kecelakaan Malah Kabur dari Tanggungjawab

Kajari menguraikan sejauh ini ada sekitar 20 orang saksi sudah diperiksa dalam kasus itu. Dari puluhan saksi itu, salah satu di antaranya rekanan pelaksana proyek yang disebut berasal dari luar Sragen.

Ia menguraikan meski sudah berstatus tersangka, DS dan NY, belum dilakukan penahanan. Pasalnya, baik DS maupun  N Y belum dilakukan pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Baca Juga :  Innalillahi, Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Batuk-Batuk Lalu Dirujuk di RSUD Moewardi Solo

“Belum ditahan. Karena tim penyidik belum meminta keterangan dari kedua  tersangka. Dalam waktu dekat akan kita minta keterangan sebagai tersangka,” jelasnya.

Kajari menyampaikan kasus ini menjadi salah satu prioritas. Sebab menyangkut fasilitas dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

” Kami juga akan mengupayakan untuk pengembalian keuangan negara. Karena salah satu penekanan penanganan korupsi adalah mengembalikan kerugian negara,” tegasnya. Wardoyo