JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Dramatis Tewasnya Balita 4 Tahun di Sungai Manukan Sambirejo Sragen. Dua Balita Sempat Terselamatkan Penambang Pasir, Tapi Tangannya Tak Muat

Jenasah balita 4 tahun yang tewas tenggelam di Sungai Manukan Sambirejo saat dibopong bapaknya. Foto/Wardoyo

loading...
Jenasah balita 4 tahun yang tewas tenggelam di Sungai Manukan Sambirejo saat dibopong bapaknya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah tragis yang menimpa Muhammad Hafiz (4) balita asal Dukuh Bakung, Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jumat (24/1/2020) petang, menyisakan duka mendalam.

Tidak hanya itu insiden tewasnya balita empat tahun itu juga menyisakan cerita dramatis. Bocah mungil itu gagal terselamatkan lantaran penambang pasir yang mengetahui kejadian, hanya sanggup menyelamatkan dua bocah rekan korban.

Walhasil, Hafiz (4) akhirnya ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus sungai Manukan dan tenggelam ditelan kedalaman sungai yang terletak di Mlokolegi, Desa Kadipiro, Sambirejo.

Balita malang itu ditemukan tewas saat sedang bermain dan mandi di sungai yang berkedalaman lebih dari 2 meter.

“Ceritanya, korban ini sedang main ke rumah neneknya. Nah, oleh teman-teman yang juga masih balita, korban diajak main ke sungai Manukan. Ada 3 bocah yang main. Awalnya hanya main di tepian, tapi kemudian lama-lama mereka mandi dan nengah-nengah. Rupanya di tengah airnya sangat dalam. Akhirnya ketiganya nyemplung ke dalam,” papar tokoh masyarakat Desa Sambirejo, Suparjo, Sabtu (25/1/2020).

Baca Juga :  Update Corona Sragen 24 Mei, Tambah Satu Lagi Warga Meninggal Dunia PDP Covid-19. Total 16 Meninggal, 32 Positif, PDP Tambah 1, Pasien Sembuh 50 Orang

Suparjo menuturkan saat kejadian, ada seorang penambang pasir di dekat lokasi mandi bocah-bocah itu. Seketika penambang pasir itu langsung lari berusaha menyelamatkan ketiga bocah yang sempat berteriak minta tolong.

Nahas, saat tangan penambang pasir itu sudah berhasil menggaet tubuh 2 balita lainnya, tubuh Hafiz gagal terjangkau. Balita malang itu akhirnya hanyut ditelan kedalaman Sungai Manukan.

“Jadi saat dengar teriakan, yang dua bocah sudah disaut sama penambang pasir itu. Karena dua tangannya sudah megang dua tubuh balita, nah korban ini nggak kesaut dan langsung hilang,” terang Suparjo.

Jasad Hafiz ditemukan setelah melalui pencarian beberapa saat oleh warga bersama tim relawan gabungan serta personel TNI Polri.

Korban diketahui hilang di arus sekitar pukul 15.15 WIB, dan baru ditemukan pukul 16.20 WIB.

“Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia. Sehingga jenasah korban dibawa ke Puskesmas Sambirejo untuk dilakukan pemeriksaan,” papar Kepala BPBD Sragen, Sugeng Priyono, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga :  BLT DD Sragen Mulai Dicairkan, Data Penerima di 33 Desa Belum Masuk. BLT 20.652 KK di 163 Desa Sedot Rp 73 Miliar

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo melalui Kasubag Humas AKP Harno membenarkan adanya kejadian balita tenggelam di Sambirejo tersebut. Menurutnya, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan.

“Karena pihak keluarga sudah menerima, Jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tuturnya.

Di sisi lain, musibah itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga bocah mungil tersebut. Bahkan ibu dan nenek korban, tak kuasa membendung air mata dan berkali-kali histeris saat mendapati buah hatinya itu sudah terbujur kaku di bawa ke Puskesmas. Wardoyo