loading...
Ilustrasi pengeroyokan

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pelatih silat bela diri diserang ratusan orang dan dianiaya. Akibatnya korban yang tengah melatih beladiri itu, mengalami luka parah dan harus menjalani operasi.

Sebelas orang sudah diperiksa oleh pihak Polres Rembang dalam kasus penganiayaan warga di Desa Mrayun, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang itu.

Dari insiden itu, mengakibatkan satu orang pelatih dirawat di rumah sakit, dan satu orang mengalami luka ringan.

Korban ialah Dul Karim (49) warga RT 03 RW 02 Desa Mrayun. Penganiayaan yang diduga dilakukan oleh massa yang berjumlah dua puluhan orang itu terjadi di halaman rumah korban pada Senin malam 30 Desember 2019, sekira pukul 20.45 WIB.

Baca Juga :  Cemburu Istri Sering Diajak Main, 4 Warga Tanjung Nekat Bantai Irvan Hingga Tewas. Korban Dihajar Pakai Kipas Angin Hingga Pecahan Cobek

Informasi dari Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito, insiden tersebut terjadi ketika korban sedang melatih anak didiknya bela diri di halaman rumahnya sendiri.

Di sela-sela latihan datang massa berjumlah ratusan orang, sebagian langsung menyerang korban.

“Korban dirawat di RSUD. Ada satu orang lagi yang mengalami luka ringan. Mohon bersabar mas, ini masih dalam pengembangan pengembangan penyidik fokus pemeriksaan saksi. Hari ini, kami melakukan gelar perkara,” jelasnya pagi ini (06/01/2020) dilansir Tribratanews.

Bambang menambahkan, lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Tengah. Kasus tersebut terus berjalan penyelidikannya.

Baca Juga :  Buntut Pengeroyokan Berdarah, 8 Anggota PSHT Sampit Akhirnya Dikeluarkan dari Keanggotaan

“Kasusnya ditangani Polres Rembang hanya saja menjalani pemeriksaan di Polda mas karena masih ada pemeriksaan disana,” tambahnya.

Saat ini korban sudah pulang dari RSUD Rembang usai menjalani operasi hidung yang mengeluarkan darah akibat pukulan yang dilakukan para pelaku. JSnews