JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mengenal Fenomena Virus Distemper Yang Bikin Puluhan Kucing di Karanganyar Mati Mendadak. Benarkah Bisa Menular ke Manusia?

Ilustrasi bangkai kucing.
Ilustrasi bangkai kucing.

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pasca pelaporan adanya lebih dari 28 ekor kucing yang mati mendadak di kawasan Jaten, Medik Veteriner Dinas Perikanan dan Peternakan Karanganyar, drh. Yianida Talbot langsung melakukan pemeriksaan terhadap indukan kucing yang anaknya mati.

Kucing milik Tuti Suhaeti, Warga RT 10/16 jalan Tengku Untuk, Josroyo diperiksa untuk mengetahui apakah indukannya juga terkena virus yang sama.

Diketahui kucing milik Tuti yang berjumlah tiga ekor juga mati mendadak kemarin. Setelah tidak mau makan dan mengalami kejang-kejang.

“Kondisi indukannya baik-baik saja. Jaga kondisi kandang agar tetap bersih. Sementara jangan dibiarkan keluar,” jelasnya Kamis (30/1/2020) sore.

Baca Juga :  Gudang Kayu di Tasikmadu Terbakar, Diduga Konsleting dari Pompa Air

Untuk menghindari agar kucing lain tidak terkena virus, Yianida menganjurkan agar kucing segera diberikan vakainasi. Selain itu untuk sementara waktu ada baiknya aktifitas kucing untuk sementara dibatasi.

“Jangan biarkan berkeliaran di luar rumah, karena virus yang ada diluar kita tidak bisa mengontrolnya,” papar Yianida.

Yianida juga menegaskan virus Distemper ini hanya menular kepada sesama kucing. Menururnya, virus itu tidak menular kepada manusia.

Jadi masyarakat diminta tak usah khawatir dengan adanya fenomena kucing mati mendadak yang salah satunya disebabkan karena perubahan musim.

Baca Juga :  Saat Bupati Karanganyar Terjun Punguti Sampah di Sungai Siwaluh di Hari Clean Up Day. Ini Pesan yang Disampaikan!

“Ini (virus Distemper) tidak digolongkan zoonosis, itu hanya menular sesama kucing, ke manusia tidak menular. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RW 16 Desa Jaten, Henry Prasetyo menyebut kematian mendadak kucing milik warga yang ada di lingkungannya sempat membuat resah masyarakat.

“Kini setelah dapat keterangan dan pemeriksaan dari dokter hewan  terkait adanya virus Distemper menjangkit kucing peliharaan warga maupun kucing liar ternyata tidak menular pada manusia, warga merasa lega,” pungkasnya. Wardoyo