JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menkes Disebut Sudah Siapkan Langkah Antisipasi Virus Corona 3 Pekan Lalu

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyambangi kantor Huawei di Gedung BRI II, Jakarta, Kamis ( 22/1/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Kementerian Kesehatan disebut-sebut telah menyiapkan cara merespons dampak penyebaran virus Corona.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Melkiades Laka Lena.

Menurut Melki, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah menyiapkan sejak tiga pekan belakangan dan melaporkannya kepada Dewan pada Kamis ( 23/1/2020).

“Saya dapatkan keterangan langsung persiapan Kemenkes sudah tiga minggu, sudah buat persiapan-persiapan,” kata Melki kepada Tempo, Sabtu (25/1/ 2020).

Melki mengatakan Kementerian sudah membuat pola penanganan. Apabila ada yang diduga terkena virus tersebut, orang tersebut akan langsung diisolasi agar tidak berhubungan dengan orang lain sampai ada kepastian positif atau negatifnya status infeksi virus di tubuh orang tersebut.

Selain itu, Melki menyebut Terawan juga berkoordinasi dengan unsur Tentara Nasional Indonesia yang menangani urusan kesehatan.

“Sudah berkomunikasi dengan angkatan bersenjata urusan kesehatan untuk membuat perimeter kalau memang ada orang terkena virus ini,” kata politikus Golkar ini.

Pemerintah juga mengetatkan pemeriksaan di jalur-jalur masuk ke Tanah Air. Melki menambahkan, Kementerian Kesehatan juga telah meminta Kementerian Perhubungan menyetop penerbangan dari dan menuju Kota Wuhan, Cina, tempat penyebaran pertama kali virus tersebut.

Pemerintah Wuhan pertama kali mengonfirmasi hal ini pada 31 Desember 2019 setelah sejumlah rumah sakit di kota tersebut menangani belasan pasien yang mengalami pneumonia tanpa sebab jelas. 

Selain merebak di Wuhan, virus Corona juga terdeteksi di Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Perancis, dan Australia pada orang-orang yang memiliki riwayat bepergian ke Wuhan.

Saat ini, pemerintah Cina menutup setidaknya sepuluh kota di Provinsi Hubei untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut. Hingga saat ini, tercatat 41 juta orang terdampak dan 41 orang meninggal dunia.

www.tempo.co

Baca Juga :  Lima Jenazah ABK Ditemukan di Ruang Pendingin Kapal Ikan di Kepulauan Seribu