JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ngenes, Tahun Baru Didera Masalah Keluarga, Warga Klaten Nekat Bunuh Diri di Gantungan

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Dusun Candirejo RT 03 RW 04 Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang digemparkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki dalam keadaan gantung diri di dapur rumah miliknya, Rabu (1/1/2020) pagi.

Mayat tersebut diketahui bernama Tarjo (38) sesuai kitas warga Dagen RT 01 RW 02, Kelurahan/Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Korban sudah berdomisili tinggal di Dusun Candirejo kurang lebih 10 tahun.

Dari informasi, penemuan mayat tersebut bermula pada Rabu, pagi (1/1/2020) sekira pukul 07.30 WIB, pada saat Yunianto teman kerja korban datang ke tempat tinggal korban.

Sebelumnya ia datang untuk menjenguk lantaran mendapat kabar jika korban sakit.

Baca Juga :  Geger Mayat Pria Misterius Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Tol Pemalang-Batang. Kondisi Mengenaskan, Tangannya Terikat, Pakai Jaket Loreng

Setiba di tempat tinggal korban, Yunianto mengetuk pintu dan memanggil manggil korban. Namun tidak ada jawaban, dan pintu dalam keadaan terkunci.

Yunianto terkejut ketika melihat melalui jendela korban sudah dalam posisi menggantung di ruang dapur.

Melihat kondisi tersebut, Yunianto langsung memberi tahu warga bernama Sukurmanto, selanjutnya mendobrak pintu dengan di bantu warga sekitar. Usai mendobrak pintu, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ungaran.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolsek Ungaran Kompol Kuwat Slamet melalui Kanit Binmas AKP Teguh membenarkan terkait peristiwa tersebut.
Sedangkan dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim Inafis Polres Semarang, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun barang berharga yang hilang.

Baca Juga :  Pengesahan Warga Baru PSHT, Polres Brebes Kerahkan Ratusan Personel. Kapolres Imbau Tak Ada Konvoi atau Arak-Arakan!

“Dari hasil olah TKP tim inavis Polres Semarang maupun tim dokter, disimpulkan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diperkirakan korban meninggal sekitar 8 jam. Kasus ini murni bunuh diri dengan cara gantung diri,” terangnya dilansir Tribratanews.

“Sedangkan dugaannya, korban nekat gantung diri lantaran depresi dan adanya permasalahan keluarga,” terang AKP Teguh.

Atas kejadian ini, pihak keluarga mengikhlaskan atas meninggalnya korban dan menulis pernyataan yang disaksikan oleh perangkat desa serta Bhabinkamtibmas maupun Babinsa. JSnews