JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pimpinan Sunda Empire, Nasri Banks, Ki Ageng Rangga dan Raden Ratnaningrum jadi Tersangka, Kekaisaran Matahari Runtuh

Nasri Banks, Grand Prime Minister Sunda Empire dan Raden Ratnaningrum jadi tersangka. Tribun Jabar/Mega Nugraha
madu borneo
madu borneo
madu borneo

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tiga orang yang mengklaim sebagai pimpinan Sunda Empire, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka menjadi tersangka karena menyebarkan berita bohong, kabar tidak pasti untuk keonaran di masyarakat.

Dari tiga orang tersangka itu, satu di antaranya Nasri Banks.

“Ketiga tersangka berinisial‎ Nb atau Nasri Banks selaku tokoh Sunda Empire, sebagai perdana menteri dalam kedudukan. Lalu Rd, Raden Ratnaningrum dalam kedudukannya sebagai kaisar,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Saptono Erlangga, di Mapolda Jabar, Selasa (28/1/2020).

Baca Juga :  Cium Mahasiswi 3 Kali, Kepala Desa Lempong Wajo Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

“Kemudian satu lagi ditetapkan oleh penyidik, tadi pukul 15.15 di Tambun Bekasi, dalam perjalanan menuju Polda Jabar. (Namanya) Kar atau Ki Ageng Rangga,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, hadir Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono dan wakilnya, AKBP Indra Hermawan dan Kasubdit Keamanan Negara Ditreskrimum, AKBP M Rivai.

“Penetapan tersangka ini setelah penyidik melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, saksi ahli, dan alat bukti yang ada,” ujar Saptono Erlangga.

Pantauan Tribun, Nasri Banks dan Rd Ratnaningrum dihadirkan.

Baca Juga :  Pollycarpus Dimakamkan Minggu Pagi dengan Protokol Kesehatan Covid-19, Istri: Mohon Dimaafkan Segala Kesalahan dan Khilafnya

Keduanya sudah mengenakan pakaian tahanan berwarna biru. Selama memberikan keterangan pers, Nasri dan Raden Ratnaningrum, raut mukanya tampak tenang. Keduanya bahkan tampak saling melempar senyum.

“Keduanya itu suami istri. Satu lagi nanti Ki Ageng Rangga sudah diamankan, dalam perjalanan menuju ke sini,” ujar Kombes Hendra. ‎

Keduanya diperiksa sejak tadi pagi.

Para tersangka dijerat Pasal 14 dan 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pemberlakuan KUH Pidana.

www.tribunnews.com