JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Telaga Madirda, Pesona Indah di Kaki Gunung Lawu

Salah satu sudut di Danau Madirda di Kaki Gunung Lawu / dewi nopitaningrum
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di antara  sekian banyak objek wisata di Kabupaten Karanganyar, ada satu lokasi yang agak tersembuyi, namun memiliki pesona alam yang luar biasa indah.

Telaga Madirda, itulah nama objek wisata yang terletak di kaki Gunung Lawu, tak jauh dari Kota Solo. Meski terletak dekat dengan Kota Solo, namun kesejukan, kebersihan dan ketenangan telaga Madirda mampu menjadi penawar kepenatan.

Objek wisata ini terletak di Dusun Tlogo, Desa Berjo Ngargoyoso, Karanganyar. Telaga Madirda memiliki pesona alam dengan pemandangan yang  sangat indah dan udara yang sejuk.

Telaga ini memiliki air yang jernih karena berasal dari mata air pengunungan. Saking jernihnya, ikan-ikan  yang berenang di telaga tersebut terlihat dengan jelas.

Objek wisata ini menjadi alternatif pilihan orang untuk mengusir kepenatan setelah seharian bekerja dan beraktivitas.

Banyak pengunjung berdatangan untuk menikmati keindahan pesona Telaga Madirda. Sejauh mata memandang, pepohonan hijau terhampar, membuat suasana menjadi sejuk.

Baca Juga :  Warga Karanganyar, Catat Baik-Baik, Menteri Pertanian Janji Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani Karanganyar 100 %!

Aneka macam bunga dan pohon pinus menjadi kolaborasi yang menawan, bak permadani hijau menghiasi tepian telaga.

Selain pesona alam yang masih asri, pengujung juga dapat berswafoto dan beristirahat di tempat yang disediakan. Sebagai penawar dahaga atau lapar, pengunjung dapat menikmati kuliner di depan telaga.

Di balik pesonanya yang menawan, Telaga Madirda memilki sejarah yang berkaitan dengan cerita  Cupu Manik Astagina dengan Dewi Anjani, Sugriwo dan Subali.

Pemandangan yang indah di kawasan Telaga Madirda / dewi nopitaningrum

Dikisahkan, Cupu Manik Astagina adalah mustika milik Dewi Indradi yang dibuang oleh Resi Gutama untuk menghindari perselisihan antara Dewi Anjani, Sugriwo dan Subali.

Diceritakan, Cupu Manik Astagina itulah yang kemudian menjelma menjadi sebuah telaga yang memiliki air jernih, dan kemudian dikenal dengan Telaga Madirda.

Jika Anda berkunjung ke tempat ini, belum ada tiket masuk, karena Telaga Madirda saat ini masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga :  Warga Desa Kemuning Karanganyar Terjun Susuri Jalan Untuk Punguti Sampah Berserakan. Minta Wisatawan Tak Buang Sampah Sembarangan!

Untuk sementara, pengunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp 2.000 saja untuk sepeda motor, dan mobil sebesar Rp 5.000.

“Rencananya, besok akan ada sembilan prahu untuk pengunjung, tapi sekarang belum jadi karena masih proses,” ucap Suparno(60), petugas parkir dalam obrolannya dengan Joglosemarnews.

Suparno mengatakan, Telaga Madirda yang dulu sangat berbeda dengan sekarang. Sentuhan seni telah membuat telaga di kaki Lawu tersebut semakin memukau.

“Anak-anak belum pernah ke sini,  jadi saya ajak mereka. Di sini mereka senang sekali bisa melihat ikan-ikan berenang,” ujar Wati (31), salah satu pengunjung Telaga Madirda.

Selain sebagai objek wisata, Telaga Madirda dalam waktu-waktu tertentu juga dijadikan sebagai tempat untuk penyelenggaran upacara Melasti oleh umat Hindu.

Upacara Melasti digelar setahun sekali, setiap menjelang menjelang Hari Raya Nyepi.

Bagi kalian yang hobi camping, Telaga Madirda ini juga bisa menjadi salah satu alternatif. Menghabiskan malam di pinggir telaga, tentu merupakan pemandangan yang langka di jaman kekinian.

Telaga Madirda sangat cocok buat kalian yang sedang mencari ketenangan untuk merefresh pikiran melepas lelah setelah penat beraktivitas. dewi nopitaningrum