JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ranting Pohon di Matesih Tewaskan Warga, Camat Imbau Lapor PLN Sebelum Memotong. Ini Tujuannya!

Proses evakuasi jasad korban tewas kesetrum di atas pohon di Matesih, Sabtu (18/1/2020). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Proses evakuasi jasad korban tewas kesetrum di atas pohon di Matesih, Sabtu (18/1/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Insiden tewasnya salah satu warga Matesih saat menebang pohon, membuat Muspika setempat angkat reaksi.

Camat Matesih, Ardiansyah, menghimbau kepada warga jika akan menebang  atau memotong ranting pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik, sebaiknya melaporkan atau melakukan koordinasi dengan PLN.

Koordinasi diperlukan untuk menghindari kejadian tewas tersengat listrik. Ia berharap insiden di Matesih tidak terulang kembali.

Baca Juga :  Warga Karanganyar, Catat Baik-Baik, Menteri Pertanian Janji Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani Karanganyar 100 %!

“ Kami menghimbau, sebaiknya melaporkan kepada petugas PLN jika akan melakukan penebangan atau hanya sekedar membersihkan ranting pohon yang dekat dengan jaringan listrik,” paparnya, Sabtu (18/1/2020).

Mantan Kabid di Diskominfo itu menuturkan pemotongan ranting pohon yang berada dekat dengan jaringan listrik, sangat berbahaya.

Sehingga warga harus berhati-hati dan tak asal menebang pohon maupun ranting yang berdekatan dengan jaringan kabel listrik.

Baca Juga :  Duta Guru Berprestasi asal Karanganyar Ungkap Beda Pembelajaran Jarak Jauh di Uni Emirat Arab dengan di Indonesia Saat Masa Pandemi. Di UEA Jaringan Internet Mak Wuss, di Indonesia Internetnya?

Imbauan dilontarkan menyusul insidrn tewasnya Sikun (44) warga Ngwaru RT 3/6, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih.

Pria itu ditemukan tewas mengenaskan setelah tersengat aliran listrik saat membersihkan ranting pohon jati di kebun miliknya, Sabtu (18/01/2020) pagi.

Korban meregang nyawa lantaran pohon yang ditebang menyangkut kabel listrik bertegangan tinggi. Wardoyo