JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ribut Jatah Air Sawah, Petani di Nglorog Sragen Nekat Hajar Tetangganya Hingga Klenger

Ilustrasi penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi penganiayaan terjadi di Sragen Kota, Kabupaten Sragen. Hanya gara-gara tak terima jatah pembagian air di sawahnya, seorang petani kalap dan nekat menghajar petani tetangga sawahnya.

Pelaku diketahui bernama Sumarno (36) warga Kampung Bulaksari, Kelurahan Nglorog, Sragen Kota. Ia nekat menghajar Sarmo (64) petani asal Kampung Kendal, Kelurahan Nglorog, Sragen Kota.

Kakek paruh baya itu dihajar sampai nggliyer dan klenger oleh pelaku. Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , aksi hajar itu terjadi Jumat (24/1/2020).

Penganiayaan terjadi di lokasi sungai Kampung Bulaksari, RT 01/08 sebelah Barat Lapangan Tembak Bataliyon Infantri 408/SBH Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen.

Menurut data di Mapolsek, kejadian bermula ketika keduanya sedang berada di sawah untuk mengurus aliran air. Pelaku kemudian protes ke korban karena jatah air yang dialirkan ke sawahnya dianggap lebih sedikit.

Baca Juga :  Nunggu CPNS, Hartono asal Jenar Ketiban Berkah Raih Juara I Lomba Desain Masker Yuni-Suroto. Jingle Ciptaan Warga Sukodono Raih Juara Pertama

Adu mulut pun tak terelakkan. Pelaku yang merasa jatah alirannya sedikit, menuding kalau pembagian air tak adil.

Namun korban tak mau kalah dan membantah tudingan itu. Cekcok pun terjadi antara keduanya.

Pelaku yang makin emosi akhirnya gagal menahan diri. Ia yang lebih muda, langsung menghampiri korban dan menghajar bagian kepala dan wajah.

Akibat pukulan itu, korban yang sudah usia kepala enam langsung berkunang-kunang dan mengeluh pusing. Korban berusaha melawan namun kalah tenaga.

Melihat korban sudah kesakitan, pelaku menghentikan pukulannya. Rupanya pelaku tak terima dan kemudian sempat melapor ke Polsek.

Baca Juga :  Innalillahi, Korban Tewas Kecelakaan Maut di Sambungmacan Sragen Ternyata Seorang Dosen. Tewas Usai Terjatuh Lalu Digasak Tronton

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasubag Humas AKP Harno membenarkan kejadian penganiayaan itu.

Insiden yang melibatkan dua petani di Nglorog itu dipicu kesalahpahaman dan cekcok persoalan pembagian air di sawah.

Namun ia memastikan kasus itu sudah diselesaikan dengan kekeluargaan antara kedua belah pihak.

Persoalan sudah selesai melalui mediasi yang disaksikan oleh Lurah Nglorog dan perangkatnya, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa serta tokoh masyarakat setempat.

“Penyelesaian secara kekeluargaan juga dituangkan dalam surat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh kedua pihak baik korban dan pelaku serta disaksikan pihak-pihak terkait tersebut. Sehingga kasus ini dinyatakan sudah selesai secara kekeluargaan,” tandasnya Minggu (26/1/2020). Wardoyo