JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Asah Kemampuan, Guru SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Lomba Kreativitas

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 30 guru SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengikuti lomba inovasi media pembelajaran, Jumat (31/1/2020). Para guru yang tergabung dalam klaster muatan pelajaran tersebut saling adu kreativitas dalam pembuatan media pembelajaran.

Bertindak selaku dewan juri dalam lomba ini adalah Titik Sayekti (pengawas sekolah), Basuki Haryono (Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah), dan Nursalam (kepala sekolah).

Setiap kelompok klaster diberikan kesempatan untuk mempresentasikan media pembelajaran atau alat peraga yang mereka buat. Sebelumnya mereka diberi waktu selama dua pekan untuk membuat media atau alat peraga tersebut.

Baca Juga :  Nekat Demo di Tengah Pandemi, Saat Diminta Membubarkan Diri Oleh Polisi Puluhan Mahasiswa di Solo Malah Niat Melawan, Ada yang Bawa Cutter dan Palu

Kriteria penilaian lomba adalah keaslian karya, kesesuaian materi, kemenarikan, kreatifitas, efektifitas, dan penampilan saat presentasi.

Dwi Hati Syukur Lestari, peserta dari kelompok klaster IPS menyambut baik lomba ini. Kelompoknya membuat alat peraga yang diberi nama “Rapazzle Keberagaman”.

“Rapazzle merupakan akronim dari rangkaian peta buta dan puzzle yang berisi puzzle keberagaman tarian derah, rumah adat, dan pakaian adat nusantara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui lomba ini kelompoknya semakin tertantang untuk lebih kreatif dalam mengajar, salah satunya melalui pembuatan alat peraga yang menarik.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, 27 Orang Termasuk Anggota PSHT Dipulangkan, Motor Tetap Ditahan

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam yang juga menjadi salah satu juri mengungkapkan bahwa lomba ini merupakan upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran para guru.

“Guru merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan kurikulum, sehingga harus selalu ditingkatkan kompetensi dan kreativitasnya,” ungkapnya.

Ia berharap melalui lomba ini guru semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Meskipun lomba ini sifatnya internal, tapi aaya melihat para guru sangat antusias menampilkan karya terbaik,” pungkasnya. Triawati PP