JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Dijamin Krispi. Wader dan Udang Goreng Wonogiri. Kriuk..kriuk.. Cocok Buat Camilan Maupun Lauk

Jpeg
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berbicara mengenai potensi kuliner Wonogiri, dijamin tak ada hentinya. Pasalnya memang Wonogiri menjadi gudang aneka makanan, masakan nyamleng dan bikin lidah terus bergoyang.

Nah, kali ini JOGLOSEMARNEWS.COM menyuguhkan salah satu kuliner khas Kota Mete yang tersebar banyak di sekitar Waduk Gajah Mungkur (WGM). Yakni wader goreng dan udang goreng. Bahan baku olahan ikan itu diperoleh dari waduk yang pernah menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Penjual wader dan udang goreng di Wonogir, juga sebagian kecil berdagang di sejumlah pasar kecamatan dan pusat oleh-oleh. Khusus di sekitar Waduk Gajah Mungkur, tersebar di dalam area obyek wisata maupun di sepanjang jalur Wonogiri-Pracimantoro. Ada puluhan pedagang menjejali pinggir jalan provinsi itu. Ada warung Sari Raras, Peni Ayu, Moro Seneng, Pak Glinding, Hartini, Rati, dan lainnya. Banyak juga yang menjualnya tanpa memasang papan nama di lapaknya.

Baca Juga :  Alhamdulillah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

Aneka olahan ikan yang digoreng tersedia di atas tampi bambu, sehingga mudah dipilih pengunjung. Ada wader goreng tepung kecil sepanjang sekitar 5 sentimeter, ada yang 8 sentimeter, maupun wader goreng besar sepanjang 10 sentimeter. Demikian pula untuk udangnya.

Soal harga, dijamin tidak bakal menguras kantong. Khusus wader goreng hanya dijual Rp 20 ribu setiap seperempat kilogram, wader besar Rp 15 ribu. Udang goreng seharga Rp 30 ribu ukuran seperempat kilogram.

Baca Juga :  Ini Penampakan Kendaraan Roda 3 Lengkap Dengan Peralatan Penyemprotan Bantuan Untuk PC Anshor Wonogiri

Salah satu penjual, Supri berujar, wader dan udang goreng cocok untuk oleh-oleh. Selain itu tahan lama apalagi kalau dimasukkan wadah kedap udara.

Wader serta udang goreng dari Waduk Gajah Mungkur terasa sangat, renyah dan bumbunya terasa. Cocok untuk camilan, namun cocok pula dimakan sebagai lauk bersama nasi hangat plus sambal bawang.

Terpisah, Kepala UPT Obyek Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Wonogiri, Pardianto, Senin (3/2/2020), membeberkan, khusus di dalam obyek wisata pedagang wader dan udang goreng serta kuliner dipusatkan di shelter jajan dan oleh-oleh. Aria