JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dilirik Banyak Partai dan Masuk Kandidat PKB, Bayu TAB Akui Memang Didorong Banyak Tokoh-Tokoh NU Sragen Untuk Maju Pilkada. Soal Kepastiannya, Ini Jawabannya!

Tri Agus Bayuseno. Foto/Wardoyo

loading...
Tri Agus Bayuseno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Di tengah spekulasi siapa penantang petahana di Pilkada Sragen 2020, nama Tri Agus Bayuseno alias Bayu TAB, mendadak menjadi perbincangan.

Sempat dikait-kaitkan dengan koalisi parpol non PDIP, nama Bayu TAB belakangan kembali meroket setelah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendadak menempatkan Bayu sebagai salah satu kandidat yang diajukan ke DPP untuk mendampingi petahana yang hampir pasti diusung PDIP.

Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli kepada wartawan pekan lalu menyebut Bayu TAB masuk bersama tiga nama kader PKB lain yakni Suroto, Endro dan Fathurrohman untuk diajukan ke DPP PKB. Ia mengklaim DPP PKB sudah mendapat sinyal digandeng oleh DPP PDIP untuk berkoalisi dan menunjuknya mendampingi Yuni sebagai Cawabup.

Mukafi menyebut sudah menolak tawaran itu dan akhirnya mengajukan empat nama termasuk Bayu TAB ke DPP.

Lantas bagaimana respon dari Bayu TAB?

Kepada wartawan Senin (3/2/2020), pengusaha muda asal Gemolong, Sragen itu mengaku tak menampik dan sudah mendengar jika namanya memang banyak dikait-kaitkan dengan kontestasi Pilkada Sragen 2020.

Termasuk soal klaim PKB yang mengajukannya masuk dalam daftar kandidat yang diusulkan ke DPP, Bayu juga tak menyergah. Namun ia menegaskan sejauh ini belum begitu berfikir soal Pilkada meski banyak pihak yang mendorongnya maju.

Baca Juga :  Blak-Blakan, Bupati Sragen Soroti Kebijakan New Normal dari Pusat. Sebut Sragen Belum Ajukan New Normal Karena Alasan Ini!

“Kemarin dari tokoh-tokoh NU (Nahdlatul Ulama) dan kelompok-kelompok teman-teman NU memang meminta saya masuk ke partai dan maju. Tapi saya belum berfikir sejauh itu. Karena secara pribadi, saya tidak pernah ada ambisi untuk maju Pilkada,” paparnya Senin (3/2/2020).

Menurut Bayu, secara pribadi dirinya memang sudah lama menjadi anggota NU dan punya kartu anggota (Karta). Bahkan, keanggotaan NU-nya sudah terdaftar jauh-jauh hari sebelum dirinya berpolitik dan masuk di partai Hanura.

Karenanya, ketika ada tokoh dan kelompok NU memintanya masuk partai PKB dan maju Pilkada, menurutnya hal itu memang sebuah hal yang wajar.

Meski demikian, dirinya menegaskan tidak pernah mengumbar ambisi dan serta merta masuk partai demi Pilkada. Setelah resmi tidak aktif di Hanura, saat ini dirinya mengaku ingin fokus kembali ke dunia bisnis dan usaha yang telah membesarkannya.

“Tapi kecuali kalau memang masyarakat banyak dan kelompok-kelompok masyarakat menghendaki saya untuk hadir di sana, Insya Allah sebagai warga negara yang baik, ketika diminta untuk masyarakat di mana pun ditempatkan, saya siap. Dengan catatan selama itu bukan datang dari ambisi pribadi saya. Kalau saya pribadi, sama sekali nggak ada ambisi. Saya merasa dengan menekuni usaha peternakan dan bisa membantu masyarakat saja sudah cukup Mas,” tegasnya.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Kakek 70 Tahun PDP Corona Kembali Meninggal Dunia. Berasal dari Sambungmacan, Jadi Korban Meninggal ke-18

Ia terpaksa angkat bicara sekaligus untuk memberikan klarifikasi mengingat kabar dirinya dikaitkan dengan Pilkada Sragen yang beredar di luaran dan masyarakat memang banyak berseliweran serta diolak-alik.

“Sampai detik ini, saya masih fokus ke bisnis saya dan belum ada niatan ke partai apalagi politik. Tapi dari sisi organisasi, memang sudah lama saya jadi anggota NU, tapi tidak di PKB-nya,” terangnya.

Ditanya jika akhirnya ada yang meminang atau PKB menunjuknya maju mendampingi petahana, jika untuk masyarakat banyak dan hal itu demi kebaikan Sragen, ia harus siap.

“Tapi sekali lagi, kalau memang masyarakat yang menghendaki, saya siap. Tapi tidak dalam konteks saya golek-golek atau memang ingin maju. Nek pribadi ora lah Mas, nggo apa Mas,” tegasnya.

Ia menambahkan saat ini dirinya tidak dalam posisi berdiri di atas bendera parpol apapun. Sehingga dirinya lebih bebas dan tidak ada keharusan tunduk oleh instruksi partai. Wardoyo