JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Wajib Tahu. Ini Jumlah Kasus Pengeroyokan Narkoba Curanmor Lakalantas Hingga Pelanggaran UUPA di Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama 2019, sejumlah kasus kriminal tejadi di wilayah hukum Polres Wonogiri. Fakta itu diungkapkan Kapolres AKBP Christan Tobing saat menjadi inspektur upacara di SMA Negeri 1 Wonogiri, Senin (3/2/2020).

Saat menjadi irup, Kapolres Wonogiri memanfaatkan kesempatan itu untuk menyosialisasikan dan memberi imbauan, khususnya kepada para generasi milennial.

” Di bidang kriminal saya berharap kepada seluruh generasi muda tidak terlibat kasus kriminal apapun itu bentuknya. Baik kasus narkoba, pencurian dengan pemberatan dan kekerasan, pencurian sepeda motor, keroyokan, maupun kasus pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak dan sebagainya. Pengeroyokan selama tahun 2019 terjadi sebanyak 12 kasus,”kata Kapolres.

Baca Juga :  Wah Selamat Ya BPR Gajah Mungkur Ngadirojo Wonogiri Sukses Raih Golden Award dari Infobank, Ternyata Penilaiannya Mengacu Pada 5 Kriteria ini

Sementara kasus narkoba selama 2019 di terjadi 44 kasus. Para pelaku rata-rata usia 18-35 tahun. Curanmor selama 2019 terjadi 33 kasus. Hal ini terjadi karena kebanyakan kelengahan korban, sepeda motor ditinggal dalam keadaan kunci motor yang masih tergantung. Atau diparkir ditempat yang sepi, minim pengawasan dan kunci pengaman yang tidak memadahi.

Kasus pelanggaran terhadap UUPA selama 2019 terjadi sebanyak 12 kasus. Disebabkan karena minimnya pengawasan dan pemahaman orang tua terhadap anak dalam hal penggunaan medsos dan pergaulan sehari-hari.

Baca Juga :  Sah Lur, Harjo Nomor Urut 1 Josss Nomor Urut 2, Siap Bersaing Memperebutkan Kursi Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri dalam Pilkada Wonogiri 2020

Kecelakaan lalu lintas selama 2019 terjadi sebanyak 812 kasus. Korban meninggal dunia 78 orang yang mayoritas usia dibawah 35 tahun.

“Saya ingin menekankan untuk selalu berhati–hati dalam menggunakan media sosial di internet. Gunakan internet untuk hal-hal yang positif, waspadai konten-konten yang propokatif yang memuat paham radikalisme dan terorisme, jangan sampai terprovokasi apalagi terlibat didalamnya,” pesan dia. Aria