JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ganjar Ajak Menanam Pohon Dijadikan Tradisi Milenial di Masyarakat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah menanam pohon / dwi hastuti

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo melakukan penanamanpohon di bukit Mongkrang Desa Gondosuli, Tawangmangu, Rabu (12/1/2020) kemarin.

Kegiatan yang melibatkan ratusanrelawan pecinta alam tersebut merupakan wujud dari reboisasi untuk menanggulangi lahan kritis dan kerusakan hutan.

“Saya agak kaget ketika diomongkan ‘Pak Ganjar ngelawak, hutanya sudah rusak baru mau ditanam’, loh udah rusak ngggak mau ditanam trus anda maunya apa? Makanya saya ajak karena itu sudah rusak ayo nanam!” ujar Ganjar di sela-sela kegiatan, Rabu (12/2/2020).

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengatakan, akan terus memanam pohon secara besar-besaran hingga Maret mendatang.

Baca Juga :  Resmi Dilaunching, Burung Derkuku Jadi Logo Baru Kesebelasan Persika Karanganyar. Bupati Berharap Jadi Momentum Kebangkitan, Siapkan Skuad Masuk ke Liga 3 PSSI

Ia pun meminta Perhutani untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat ketika ada pemanfatan hutan yang sifatnya membuka ruang.

“Kurangi sesedikit mungkin nebang, syukur nol, sehingga kalau kita mau buat ruang-ruang yang dipakai katakan pariwisata, pemanfaat energi atau sebagainya tolong meliuk saja mengikuti kontur, tidak perlu merubah. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, edukasi dan sosialisasi pentingnya menanam pohon kepada masyarakat perlu ditingkatkan. Kebiasaan menanam pohon menurutnya perlu dijadikan sebagai tradisi.

“Kita tradisikan kalau ada anak lahir mau minta surat keterangan suruh tanam. Ada orang yang mau menikah suruh tanam, lulus sekolah, naik angkat suruh tanam, yang mau kawin lagi, suruh tanam dua hektare,” candanya.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Paryono Ingatkan Para Calon Bupati-Wabup. "Nekat Langgar Protokol Kesehatan Bisa Langsung Didiskualifikasi!"

Ganjar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan media sosial guna melakukan kampanye gerakan menanam pohon, seperti membuat video pendek saat menanam pohon atau perekebangan pohon yang ditanam.

“Orang yang disana yang males baca, yang mereka sukanya lihat youtube, kita harus masuk. Yang sukanya lihat medsos,  kita harus masuk,” ujarnya.

Era milenial, menurut Ganjar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk dalam hal pelestarian lingkungan seperti ini.

“Ini pokoknya nanem milenial, sosialisasi tanem milenial. Kegiatan menanam direkam, diperlihatkan untuk menjadi contoh. Tak perlu lama-lama. Cukup satu menit saja,” ujarnya. dwi hastuti