JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Golkar dan PKS Jajaki Peluang Kerja Sama di Pilkada 2020

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Presiden PKS Sohibul Iman melakukan pertemuan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (25/2/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah membahas peluang untuk berkoalisi di sejumlah daerah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Terkait dengan hal itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto bersama Presiden PKS, Sohibul Iman, melakukan pertemuan, Selasa (25/2/2020).

“Ada beberapa daerah yang antara PKS dan Partai Golkar ada kerja samanya,” kata Airlangga usai bertemu Sohibul di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (25/2/2020) malam.

Selain membahas Pilkada, kedua partai juga membicarakan agenda-agenda di parlemen, seperti RUU Cipta Kerja dan RUU Perpajakan.

Baca Juga :  Kasus Klinik Aborsi Ilegal Jalan Percetakan Negara: Polisi Sebut Proses Menggugurkan Janin Hanya 5 Menit

Menurut Airlangga, Golkar dan PKS sepakat mendorong transformasi struktural perekonomian yang berlandaskan tujuan untuk mereformasi perekonomian.

“Mengutamakan usaha-usaha kecil dan menengah, tentunya berasaskan dalam koridor-koridor konstitusi dan koridor kesejahteraan dan keadilan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan partainya melihat banyak potensi atau peluang kerja sama dengan partai beringin di Pilkada 2020.

Baca Juga :  Hari Ini Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 3.207

“Nanti secara teknis tim kedua pihak akan menyisir di mana yang kami bisa kerja sama,” ucap Sohibul.

Adapun perbincangan mengenai omnibus law, PKS satu frekuensi dengan Golkar untuk melakukan transformasi struktural perekonomian.

Sebab, ujar Sohibul, isu tersebut sudah disuarakan PKS jauh hari sebelum Pilpres 2019.

Namun, Sohibul menyampaikan catatan bahwa partainya mendorong omnibus law dengan koridor yang jelas, yaitu sesuai konstitusi dan rambu-rambu keadilan.

“Kami berharap seluruh stakeholder di negeri ini mendapatkan rasa keadilan, sehingga nanti konten omnibus law benar-benar bisa menjamin keadilan bagi seluruh stakeholder,” kata Sohibul.

www.tempo.co