JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ikut Ujian CPNS, Keponakan Bupati Sragen Lolos Passing Grade SKD. Kepala BKPSDM: 10.000 % Murni Hasil Ujian!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau pelaksanaan ujian SKD seleksi CPNS Sragen di LKPPS Gondangrejo, Karanganyar. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau pelaksanaan ujian SKD seleksi CPNS Sragen di LKPPS Gondangrejo, Karanganyar. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Keponakan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang mengikuti seleksi CPNS diketahui lolos passing grade pada ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Hal itu terungkap dari hasil ujian SKD yang digelar di LKPPS Gondangrejo, Karanganyar, kemarin. Keponakan orang pertama di jajaran Pemkab Sragen itu diketahui lolos passing grade SKD saat mengikuti ujian hari pertama, Senin (3/2/2020).

“Iya, keponakan Bu Bupati lolos passing grade. Dia ikut ujian hari pertama kemarin,” papar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Sutrisna, Selasa (4/2/2020).

Keponakan bupati tercatat mendaftar di formasi Pengawas Inspektorat. Namun saat diketahui namanya siapa, Sutrisna mengaku tidak mencermati.

Meski lolos, ia memastikan bahwa itu merupakan murni hasil ujian CAT yang dijalani oleh yang bersangkutan.

“10.000 persen murni hasil ujian Mas,” ujarnya.

Meski nilainya lolos passing grade SKD, Sutrisna menyampaikan hal itu belum jaminan bahwa otomatis akan lolos ke tahap berikutnya yakni tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Baca Juga :  Astagfirullah, Meledak Lagi Kasus Covid-19 Sragen Tambah 42 Positif Hari Ini. Total Kasus Melesat Capai 410, 58 Meninggal Dunia

Nantinya para peserta yang lolos passing grade masih harus beradu dengan semua peserta yang lolos passing grade di formasinya masing-masing.

Nantinya semua peserta yang lolos passing grade akan diranking untuk kemudian diambil 3 kali jumlah formasi yang berhak mengikuti SKB.

“Jadi nanti tinggal melihat ranking keseluruhan peserta yang lolos passing grade. Kami juga nggak tahu karena nanti yang menentukan peserta yang diambil 3 kali formasi untuk ikut SKB itu semuanya yang menentukan BKN sana,” terang Sutrisna.

Keikutsertaan keponakan bupati itu diakui sendiri oleh bupati saat meninjau pelaksanaan ujian SKD di LKPPS Gondangrejo, Senin (3/2/2020) siang.

Bersama beberapa pejabat teras Sragen, Bupati berkesempatan meninjau lokasi dan memberikan motivasi kepada peserta ujian.

Awalnya, ia memberikan semangat dan meminta para peserta tidak trauma jika gagal dalam seleksi ini.

Baca Juga :  Mengupas Fenomena Paslon Yuni-Suroto di Pilkada Sragen dan Filosofi Valentino Rossi!

Bupati meminta agar tidak patah arang bagi mereka yang kemungkinan belum bisa lolos. Namun jika lolos dan diterima CPNS, ia berpesan agar nantinya bisa bertugas sebagai CPNS dengan baik.

Namun jika tidak tercapai menjadi PNS,  agar tetap semangat mencari usaha atau profesi lain.

”Kerjakan secara maksimal, kalau ternyata tidak diterima mungkin belum kesempatan kali ini,” ujar bupati di hadapan para peserta.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu juga menyelipkan pesan agar peserta tidak mudah percaya bahwa pihak-pihak yang menawarkan bantuan atau menjanjikan mampu meloloskan dengan membayar sejumlah uang.

Yuni sendiri menegaskan dirinya tidak bisa menjamin kelulusan atau bahkan meloloskan peserta menjadi seorang CPNS.

”Keponakan saya juga ikut tes gelombang pertama. Semua sudah transparan. Mau jabatan saya sebagai bupati pun, saya tidak bisa meloloskan. Jadi jangan percaya ada yang bisa meloloskan lewat pintu belakang,” tegasnya. Wardoyo