JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ini Penampakan Mustakim, Oknum Karyawan Nusantara Sakti Motor Sragen Yang Dilaporkan Kasus Penipuan Ratusan Konsumen. Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar Lebih

Penampakan wajah Mustakim, oknum karyawan sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen yang dilaporkan ke Polres atas dugaan penipuan ratusan korban promo, Selasa (11/2/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penampakan wajah Mustakim, oknum karyawan sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen yang dilaporkan ke Polres atas dugaan penipuan ratusan korban promo, Selasa (11/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Nama Mustakim, mendadak menjadi sorotan dan perbincangan di Sragen hari ini. Pria itu kini menjadi buruan setelah dilaporkan ke Polres Sragen itu diketahui berdomisili di Dukuh Mantup, Desa Bendo, Sukodono, Sragen.

Ia dilaporkan ke Polres oleh ratusan konsumen dealer Nusantara Sakti Motor Sragen yang merasa tertipu program promo yang ditawarkannya.

Dengan modus menawarkan ada promo bonus potongan harga, Takim, begitu dia dikenal, memikat ratusan konsumen. Celakanya, mereka mayoritas sudah membayar motornya secara lunas namun uangnya justru tak disetorkan ke kantor dealernya.

Ironisnya lagi, hampir sebagian besar korban adalah tetangga satu desa hingga satu kecamatan di Sukodono.

“Saya sudah kadung percaya dulu pernah ngambil motor dari dia juga. Saya kenal sejak 2013. Yang pertama dulu, saya ambil lewat dia juga aman dan BPKB bisa keluar. Lalu saya ambil enam motor lagi, nggak tahunya malah begini. Saya kaget kemarin ditelepon dari dealer katanya tagihan angsuran belum dibayar. Waktu ngurus tadi saya bingung diberi catatan tagihan saya total masih Rp 80 juta. Padahal semua sudah saya bayar lunas di awal ke Mustakim,” papar Doni Wisnu Nugroho (30) korban asal Dukuh Ngamban, Desa Gawan, Tanon, Sragen ditemui di dealer tadi pagi.

Doni mengaku sempat berusaha mengkonfirmasi Mustakim. Kali terakhir, dia berkomunikasi dengan Mustakim dua hari lalu.

Baca Juga :  Lewati 6 Kali Swab Test, Kuli Panggul Positif Covid-19 Asal Tanon Sragen Akhirnya Dinyatakan Sembuh. Sempat 27 Hari Jalani Perawatan Intensif

Namun setelah itu, nomornya sudah tidak aktif dan tak bisa dikontak lagi sejak Senin (10/2/2020).

“Mulai sama sekali tidak bisa dihubungi  per kemarin. Tadi saya ke rumahnya di Bendo, Sukodono, rumah sudah kosong,” tutur Doni.

Sepengetahuannya, Mustakim mengaku menjabat sebagai sales supervisor. Ia juga bingung lantaran saat ini diancam jika tak bisa melunasi tagihan Rp 80 juta, enam unit motor yang diambil dari Mustakim dua tahun terakhir, akan ditarik paksa.

Korban lainnya, Jadi (50) asal Bendo, Sukodono yang juga tetangga korban mengatakan sepengetahuannya dari data sementara, ada sekitar 240 motor yang di keluarkan dari Nusantara Sakti Motor Sragen lewat program promo akal-akalan Mustakim.

Dia sendiri juga mengaku menjadi korban karena satu motor yang dibeli lewat Mustakim, juga bermasalah. Pria yang berprofesi sebagai guru itu mengaku tertarik lantaran terlanjur percaya dengan Mustakim karena tetangganya.

“Kelihatannya ada beberapa modus penipuan yang dilakukannya. Ada yang pakai modus membeli motor cash tapi dengan harga promosi tapi uangnya diduga tak disetorkan ke kantor. Misalnya dia menawarkan Honda Scoopy harga aslinya Rp 18 juta lalu ditawarkan ada promo dan dapat bonus Rp 4 juta sehingga tinggal bayar Rp 14 juta. Tapi BPKB keluarnya 1,5 tahun begitu, ternyata laporannya di kantor dibuat kredit dan tidak disetori,” terang Jadi.

Baca Juga :  Belasan SMP Swasta di Sragen Menjerit Hanya Dapat Segelintir Murid Baru. Tuding Jadi Korban Sistem PPDB, Sebut Ada Indikasi Siswa Sudah Digiring ke Sekolah Negeri

Dari data sementara, korban mengalami kerugian antara Rp 40an juta hingga ratusan juta. Sehingga dengan total ratusan korban, jumlah kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Sragen oleh beberapa perwakilan korban tadi pagi. Mereka sempat diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim.

Sedangkan puluhan korban lainnya dimintai fotokopi identitas sebagai tambahan laporan.

“Tadi setelah saya ketemu pimpinan Nusantara Saksi bernama Pak Edi ternyata dia bilang kalau itu hanya perbuatan oknum karyawan. Lalu kuitansi yang diberikan ke korban itu katanya bukan kuitansi resmi dari Nusantara Sakti,” terangnya.

Di Polres, para korban kemudian diarahkan melapor ke SPK. Beberapa perwakilan kemudian berkonsultasi dengan Kabag Ops Kompol Yohanes Trisnanto.

Kompol.Yohanes mengatakan puluhan konsumen NSS itu datang untuk melapor karena merasa tertipu. Dari Polres secara prinsip sudah melayani, menerima dan melakukan penanganan apa yang menjadi keinginan para korban.

“Mereka merasa tertipu, tapi akan kami didalami dulu. Kasusnya sudah ditangani Satreskrim,” terangnya.

Sementara, dari pihak NSS tidak ada yang mau memberikan konfirmasi kepada media. Saat ditemui, sejumlah petugas di bagian front office mengaku sibuk melayani konsumen dan enggan memberikan pernyataan.

“Saya masih sibuk Pak,” kata beberapa petugas di bagian depan. Wardoyo