JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kencing Tikus Tewaskan 4 Warga Karanganyar, Dinas Kesehatan Tetapkan Status Waspada. Angka Kasus Melonjak 250 %, Bisa Berjangkit di Genangan Selokan

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kabupaten Karangnayar menetapkan status waspada terkait wabah penyakit Leptospirosis atau kencing tikus.

Status waspada itu ditetapkan menyusul kasus kematian empat warga akibat penyakit itu di awal 2020 lalu.

Tak hanya itu, angka kasus serangan Leptosprosis di awal tahun 2020 juga menunjukkan peningkatan sebanyak 7 kasus. Angka ini naik 250 persen dari tahun 2019 yang hanya 2 kasus.

“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir memang mengalami peningkatan. Puncaknya pada awal tahun 2020 ini. Dari tujuh kasus, empat orang meninggal dunia,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar (DKK) Karanganyar, Fatkhul Munir, kepada Senin, (03/02/2020).

Menurut Fatkhul Munir, meski mengalami peningkatan, serangan Leptospirosis ini belum termasuk kejadian luar biasa (KLB). Ia menyebut saat ini kasus penyakit kencing tikus itu baru tahap kewaspadaan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Sroyo Jaten Karanganyar. Karyawan dan Warga Panik Berhamburan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat. Sebab penyakit itu terkait erat dengan kebersihan dan pola hidup.

“Belum kejadian luar biasa. Masih tahap kewaspadaan saja. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga pola hidup sehat dan menjaga keberisihan lingkungan,” paparnya, Senin (3/2/2020).

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan, wabah Leptospirosis ini, lebih disebabkan karena pola hidup sehat yang ada di masyarakat.

Sehingga menurut bupati, tidak perlu adanya penetapan status apapun.

“Tidak perlu pernyataan apapun terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri melalui kencing tikus ini. Ini hanya pola hidup bersih. Kebersihan lingkungan harus dijaga. Jangan sampai ada genangan air selokan, agar tidak ada penyebab yang diakibatkan oleh kencing tikus yang menyebar di genangan air itu,” kata bupati usai deklarasi Pilkades Damai, Senin (03/02/2020).

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Sebelumnya, penyakit Leptospirosis, mulai mengancam Karanganyar, terutama di wilayah kecamatan Colomadu, Kecamatan Gondangrejo dan Kecamatan Tasikmadu.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan disebarkan melalui urine atau air kencing tikus itu telah membawa korban empat warga meninggal dunia.

Empat warga yang meninggal dunia tersebut berasal dari Kecamatan Tasikmadu, Colomadu dan Gondangrejo.

Jumlah kasus Leptospirosis ini, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya 2 sampai 3 kasus. Peningkatan jumlah kasus penyakit ini, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Karanganyar. Wardoyo