JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Ganas, Penyakit Kencing Tikus Kembali Tewaskan Satu Warga Karanganyar. Total 5 Warga Meninggal, Hanya 2 Penderita Yang Selamat

Ilustrasi mayat

loading...
Ilustrasi mayat

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah penyakit kencing tikus atau leptospirosis makin mengganas dan kembali merenggut korban jiwa. Setelah kematian empat korban di Januari, kali ini, memasuki bulan kedua, satu lagi warga Karanganyar meninggal terserang ganasnya penyakit itu.

Data yang dihimpun di Dinas Kesehatan Karanganyar, korban tewas kelima itu merupakan warga Desa Alas Tuwo, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Korban meregang nyawa setelah gagal bertahan meski sempat mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Sering Bertugas Urus Jenazah Pasien Covid-19, 26 Relawan PMI Hingga Banser Karanganyar Diswab Test. Begini Kesaksian Relawan Yang Memulasara Jenazah Pasien Covid-19 di Jaten

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karanganyar, Katarina Iswati mengungkapkan korban asal Alas Tuwo itu meninggal dengan diagnosis juga leptospirosis.

“Kasus meninggal terakhir dari Desa Alas Tuwo, Kebakkramat,” paparnya Minggu (9/2/2020) kepada wartawan.

Meninggalnya warga Alas Tuwo itu menambah panjang daftar kematian akibat serangan Leptospirosis.

Sebelumnya sudah ada empat warga yang juga meninggal dengan diagnose yang sama. Mereka masing-masing diketahui berasal dari Desa Kaling Kecamatan Tasikmadu, Desa Gawanan Kecamatan Colomadu, Desa Wonorejo dan Tuban Kecamatan Gondangrejo.

Baca Juga :  70 % Bukan Asli Karanganyar, Disdag Belum Izinkan PKL Plaza Alun-Alun Beroperasi. Ini Alasannya!

Dengan tambahan satu meninggal, Katarina menyampaikan hingga kini jumlah korban meninggal dunia akibat leptosirosis bertambah menjadi 5 orang di awal 2020.

Sedangkan total kasus memasuki Februari 2020, mencapai angka 7 kasus di awal tahun 2020.

Menurut Katarina, dari 7 kasus yang telah ditangani, 2 penderita dinyatakan sehat setelah mendapatkan penanganan medis.

“Yang 2 sudah pulang ke rumah masing-masing,” imbuhnya. Wardoyo