JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nyaris Putus Asa, Pedagang Daging di Pasar Bunder Sragen Keluhkan Tumpukan Sampah Busuk dan Kebocoran Atap. Lokasi Makin Tak Sehat, Omzet Jualan Makin Sepi

Kondisi tumpukan sampah dan atap genting yang rusak menghiasi dekat lokasi los dan kios daging Pasar Bunder Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi tumpukan sampah dan atap genting yang rusak menghiasi dekat lokasi los dan kios daging Pasar Bunder Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah pedagang los daging di Pasar Bunder sebelah timur selatan mengeluhkan kondisi atap yang sudah ambrol tanpa perbaikan.

Tidak hanya itu, buruknya pengelokaan sampah di TPS dekat los daging membuat sampah meluber dan membuat kondisi pedagang dan pengunjung makin tak nyaman.

Keluhan itu diungkapkan salah satu pedagang daging, Rini. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengaku sudah putus asa ke mana lagi harus mengadu.

Sebab, kondisi losnya yang berada di ujung dekat dengan parkiran dan tempat pengepulan sampah, kini semakin memprihatinkan.

“Di belakang kios saya dijadikan tempat pengepulan sampah. Padahal di sebelahnya pas bertepatan dengan toilet umum dan tempat cuci tangan. Yang seharusnya jadi tempat steril, akhirnya malah jadi tumpukan sampah yang sangat menyengat baunya. Apalagi
musim hujan seperti ini,” ujar pedagang asal Jetis, Sragen itu, Senin (17/2/2020).

Tak hanya tumpukan sampah yang bau, ia juga mengeluhkan kondisi genting dan kanopi yang bocor. Menurutnya kebocoran itu sudah lama namun belum ada perbaikan.

Baca Juga :  3 Tugu PSHT Sragen Kembali Dirusak, Malam Ini Pengurus Cabang Langsung Kumpulkan 20 Ketua Ranting Gelar Rapat. Serukan Semua Warga Tidak Terprovokasi dan Menahan Diri!

Dampaknya, setiap turun hujan, air membanjir dan menggenangi lokasi jalan-jalan di los daging. Hal itu membuat lokasi jualan menjadi tak nyaman.

“Kalau habis hujan, tiap pagi sebelum jualan, kami harus bersihin air yang menggenang karena bocor. Lalu bersihin kotoran-kotoran yang diodol-odol tikus di dekat sampah. Kalau dibiarkan lokasinya jadi nggak sehat. Dampaknya ke kami, akhirnya pembeli jadi enggan singgah dan omzet jadi berkurang. Sedih Mas,” tuturnya.

Rini menguraikan keluhan itu sudah berulangkali disampaikan ke lurah pasar. Akan tetapi hingga kini belum ada upaya perbaikan apa pun.

Bahkan, setiap ada kebocoran genting di bagian tengah pasar atau di lokasi manapun, menurutnya lurah selalu mengambil fiber di lokasi los daging untuk dipasang di lokasi pasar bagian lain tanpa ada penggantian.

“Sehingga los kami akhirnya berlubang dan saya sebagai penjual di pasar yang kebetulan berada di paling selatan yang  terkena imbasnya. Tiap turun hujan air masuk ke los. Dan bila musim panas jadi tidak nyaman karena sinar matahari langsung masuk tanpa ada penghalang,” tukasnya.

Baca Juga :  Hilangkan 3 Nyawa Bocah, Ibu dan Anak, Agus Wahyudi asal Gemolong Sragen Ditetapkan Sebagai Tersangka

Ia berharap keluhan itu bisa mendapat tanggapan dan perhatian dari dinas terkait. Sebab selain menyengsarakan pedagang, persoalan itu juga menurunkan predikat Pasar Bunder yang sudah mendeklarasikan sebagai pasar sehat.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Lurah Pasar Bunder Sugino mengatakan sudah menerima aduan dari para pedagang di los daging sebelah timur. Menurutnya, saat ini tengah dilakukan perbaikan sarana di los dan kios tetapi secara bertahap.

“Sekarang kita perbaiki yang urgen dulu. Mulai dari gang tengah dan gang-geng kecil dulu karena sebagian sudah ambrol. Keramik juga sudah pecah-pecah. Nanti bertahap kita perbaiki, kalau sudah selesai yang gang tengah dan gang kecil-kecil,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tedi Rosanto mengatakan sudah akan dilaksanakan perawatan ringan untuk Pasar Bunder dan saat ini dalam proses pelaksanaan perbaikan.

“Ke depan saya akan ajukan dana pemeliharaan pasar agar keluhan segera diatasi secara tuntas,” paparnya. Wardoyo