JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pamitnya Sekolah, 3 Pelajar SMA di Sragen Malah Pesta Miras di Taman Sukowati. Digerebek Satpol PP, Ternyata Tak Hafal Pancasila

Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono saat memberikan pembinaan kepada 3 pelajar SMA yang tertangkap basah pesta miras di Taman Sukowati, Senin (24/2/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono saat memberikan pembinaan kepada 3 pelajar SMA yang tertangkap basah pesta miras di Taman Sukowati, Senin (24/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tiga pelajar salah satu SMA swasta di Sragen terpaksa digelandang ke Satpol PP Sragen, Senin (24/2/2020) pagi. Pasalnya mereka tertangkap basah membolos saat jam efektif pelajaran.

Parahnya lagi, ketiganya dipergoki saat sedang asyik pesta miras di Taman Sukowati Sragen. Mereka tertangkap berpesta miras jenis ciu yang dibeli secara patungan.

Tiga pelajar bengal asal Gesi dan Banaran Sambungmacan itu masing-masing berinisial HAN, TAK dan KOM.

Data yang dihimpun, ketiganya diamankan oleh tim patroli Satpol PP sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono mengatakan ketiganya diamankan saat sedang membolos dan pesta miras di Taman Sukowati Sragen.

“Tadi kebetulan tim kami tengah berpatroli dan mendapati ada tiga pelajar yang berseragam sekolah dan membolos di Taman Sukowati. Saat kita periksa, mereka membawa miras jenis ciu yang dikemas dalam botol air mineral,” paparnya ditemui di kantornya, Senin (24/2/2020).

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Saat diinterogasi, ketiganya mengaku sengaja membolos dari sekolah sekitar jam 09.00 WIB. Heru menuturkan dari pengakuan ketiganya, mereka membeli ciu di daerah Widoro seharga Rp 20.000 hasil urunan bertiga.

Ketiganya merupakan teman satu kelas dan mengaku sudah sering pesta miras. Heru menyampaikan dari tiga pelajar itu, satu di antaranya juga pernah tertangkap ngamen di Pilangsari bersama empat temannya.

“Mereka kita amankan berikut dua botol ciu yang tersisa. Mereka kita data, kita panggil orangtuanya dan guru, nanti baru membuat surat pernyataan tidak mengulangi. Nanti kita kembalikan ke sekolah agar diberikan pembinaan,” terangnya.

Sebagai bentuk pembinaan, ketiganya kemudian diminta melafalkan pancasila. Namun parahnya, ternyata ketiganya juga tidak ada yang hafal pancasila. Dua dari tiga pelajar itu juga dicukur lantaran rambutnya gimbal.

Baca Juga :  Bikin Pilu, Ini Daftar Identitas 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Truk di Plupuh Sragen. Yang Satu Masih Bocah, Yang Dua Ibu dan Anaknya

“Padahal sejak SD kan pancasila itu diajarkan. Kok yo bangeten nggak hafal,” ucap Heru saat memberikan pengarahan kepada ketiga pelajar itu.

Heru menambahkan kegiatan patroli dan razia pelajar di jam efektif akan terus digencarkan untuk menekan perilaku negatif pelajar di Sragen. Menurutnya kegiatan patroli sebenarnya terus dilakukan termasuk di kawasan Taman Sukowati yang sempat disorot karena dikabarkan sering dipakai untuk pacaran.

Sementara, saat diwawancara, ketiga pelajar itu mengaku sengaja sudah saling kontak untuk membolos dan kompak pesta miras.

‘Tadi pas jam pelajaran olahraga, kita sempat ikut olagraga lalu bablas mbolos. Ya tadi sempat bel-belan untuk ketemu,” aku salah satu pelajar, HAN. Wardoyo