JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

PP Muhammadiyah Canangkan Muktamar ke-48 di Surakarta Minim Sampah Plastik

Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti (tengah) saat memimpin rapat terbatas panitia muktamar di Gedung Siti Walidah UMS, Jumaat (21/2/2020). Foto Dok

SUKOHARJO (JOGLOSEMARNEWS.COM )-Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Surakarta akan berlangsung pada 1-5 Juli mendatang. Dipastikan kawasan Surakarta khususnya Kota Solo dan kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menjadi pusat kegiatan muktamar akan menjadi tempat berkumpulnya ribuan bahkan jutaan orang dari seluruh Indonesia dan luar negeri.

Salah satu tantangannya adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran peserta dan penggembira muktamar untuk menjaga kebersihan dari sampah terutama sampah plastik. Untuk itulah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan mengupayakan bahwa kegiatan Muktamar 48 ini berkonsep pengurangan sampah plastik.  

Baca Juga :  10 Tersangka Sudah Dibekuk, Polisi Buru 5 DPO Termasuk Otak Kasus Penyerangan Mertodranan Solo

Hal itu ditegaskan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed saat memimpin rapat terbatas panitia Steering Commite dengan panitia penerima di Gedung Siti Walidah Kampus UMS, Sukoharjo, Jumat (21/2/2020). “Kita minta benar-benar agar muktamar kali ini akan menjadi muktamar yang bebas dari sampah plastik. Muktamar bersih tanpa sampah plastik itu kita usahakan. Dihimbau kepada muktamirin agar membawa tempat minum menggunakan tumbler atau alat lain yang bisa diisi ulang,” jelasnya.

Baca Juga :  Nahas! Hendak Berangkat Kerja, Perempuan Muda ini Tewas Terlindas Truk Kontainer di Simpang Empat Lojiwetan Solo

Dalam siaran pers yang dikirim humas panitia ke Redaksi Joglosemarnews, Mu’ti sangat berharap para muktamirin dan penggembira benar-benar memperhatikan soal sampah plastik ini.  “Setiap setelah selesai acara, para peserta dan penggembira bisa membawa sampahnya masing-masing, termasuk bungkus snack itu bisa dibawa langsung dan dibuang di tempat sampah,” lanjutnya.

Abdul Mu’ti berharap penyelenggaraan Muktamar ke-48 nanti bisa menjadi contoh yang menginspirasi masyarakat umum. “Kita berikan contoh bagaimana muktamar yang bersih dari sampah plastik,” katanya.

Upaya muktamar bebas plastik ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas plastik dengan cara mengurangi sampah sebanyak 70% di tahun 2020. (Prihatsari)