JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terpilih Jadi Ketua Kadin Karanganyar, Mulyono Herlambang Berharap Pengembangkan Pariwisata Tak Hanya di Tawangmangu Saja!

Pelantikan ketua dan pengurus Kadin Karanganyar. Foto/Wardoyo

IMG 20200222 WA0028
Pelantikan ketua dan pengurus Kadin Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kamar dagang dan industri (Kadin) diharapkan mampu menangkap peluang dari segela potensi yang dimiliki oleh Karanganyar.

Selama ini, yang menjadi unggulan utama adalah sektor pariwisata yang bertumpu di Tawangmangu. Namun sektor pariwsata saat ini, belum tergarap secara maksimal.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kadin Karanganyar, Mulyono Herlambang, usai dilantik sebagai ketua yang baru organisasi tersebut, Sabtu (22/02/2020).

Menurut Mulyono, saat  ini sektor pariwisata, tidak hanya bertumpu di Tawangmangu. Namun merambah ke wilayah lain, seperti Ngargoyoso dan Kerjo.

Baca Juga :  Ngeri, Anggaran Pilkada Kabupaten Karanganyar Tahun 2024 Melonjak 200%, Jadi  Sebesar Rp 73 Miliar

“Ini peluang bagi UMKM. Potensi yang luas, mulai dari pariwisata, industri dan pertanian, harus dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan sektor UMKM. Untuk itu, semua pihak harus bersinergi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono, menjelaskan dari hasil perbincangan dengan bupati Karanganyar, Kadin diminta untuk membantu menawarkan kepada apara investor untuk menanamkan modal usahanya ke Karanganyar.

Baca Juga :  Malam-malam Muncul Menggoda Iman, 2 Cewek di Jalan Bolon Karanganyar Langsung Diciduk Satpol PP. Ternyata dari Luar Kota, Akhirnya Dihukum Seminggu Harus Begini!

“Kepada bupati saya sampaikan, para investor akan masuk, jika sektor pariwisata digarap lebih maksimal. Apalagi yang menjadi unggulan Karanganyar itu adalah pariwisata,” kata dia.

Ditambahkannya, jika pariwisata suatu daerah maju adalah iklim perdagangannya maju, sehingga investor akan datang. Dampaknya,lapangan keja menjadi terbuka, daya beli masyarakat tinggi, produk yang dibuat UKM ikut laku dan menguntungkan.

“Untuk mewujudkannya, memang diperlukan sinergitas dari semua pihak dan bergerak bersama-sama,” tandasnya. Wardoyo